Tampilkan postingan dengan label komedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komedi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Juli 2015
Selasa, 06 Januari 2015
Mimpi Buruk Itu Biasa Dipanggil "Skripsi"
Skripsi, skripsi dan skripsi. Itulah kata yang paling menyeramkan buat anak kuliah di semester "sepuh" atau semester tujuh sampai delapan yang emang ambil mata kuliah skripsi. Mungkin ada perbedaan di kampus gw dengan kampus lainnya. Gw bisa mengambil mata kuliah skripsi di semester tujuh tanpa harus mengambil mata kuliah magang terlebih dahulu. So, gw pun memutuskan untuk mengambil mata kuliah skripsi di semester tujuh ini. Gw pun berpikir untuk mengambil skripsi terlebih dahulu dengan alasan untuk menuntaskan segala sesuatu yang masih berkutat dengan "pergi ke kampus". Yah, walaupun gw pasti harus bimbingan magang juga nantinya yang harus menuntut gw ke kampus, tapi minimal gw akan berada di luar kampus untuk waktu yang lama.
Itu hanyalah salah satu alasan gw. Alasan lainnya yang gw denger dari senior, kalau lo ambil skripsi dulu, setidaknya magang nggak akan "membutakan" dunia lo. Kenapa? Biasanya ketika kita sudah mencoba "bekerja" secara real, kita akan mulai keasyikan dan merasa lebih enak magang dibandingkan menyelesaikan skripsi. Padahal skripsi juga menjadi salah satu syarat lo lulus di kampus. Habis itu, kemungkinan kedua, ketika lo udah ambil skripsi duluan dan tinggal magang, siapa tau lo ditawarin untuk lanjut kerja, lo bisa langsung bisa ambil tanpa harus terbebani untuk menyelesaikan skripsi.
Cuman gak enaknya yah jadinya empat tahun. Kalau di kampus gw, kalau lo kuat iman dan mental untuk lulus 3,5 tahun juga diperbolehkan. Cuman gw tau, gw orang yang lebih suka fokus ke satu masalah dulu baru ke masalah yang lain. Masalahnya bebannya berat juga. Kalau untuk tugas kampus di semester yang lalu mau setiap minggu ada tugas untuk setiap mata kuliah yang berbeda, tapi gw sangat yakin untuk mengerjakannya. Tapi, kalau dua mata kuliah ini, lebih ke masalah lulus atau tidak lulus kuliah lo. Jadi, gw hanya memutuskan untuk mengambil skripsi aja.
Gw pun bahkan gak menyangka kalau gw udah harus buat skripsi aja. Dan kesuraman pun mulai bergentayangan di benak gw untuk menyelesaikan mata kuliah 6 SKS ini. Namun, setelah berhasil membuat skripsi dalam waktu empat bulan dan dinyatakan lulus (walaupun saat ini masih harus revisi dan pastinya mager banget), gw pun dapat menyatakan membuat skripsi itu mudah ASAL lo punya 5 poin penting ini.
1. Topik yang Kece
This is the key for everything. Kalau lo gak punya topik yang kece buat lo skripsiin. Wasalam.... Bahkan topik yang kece sekalipun belum tentu bisa diterima hanya karena teman lo lebih cepat ambil topik yang sama dengan lo. Ini terjadi di jurusan gw, jurnalistik. Apalagi yang ambil metode framing bisa nangis darah kali mereka. Contoh, kasus JIS yang waktu itu ngetrend banget untuk dijadiin "mangsa" buat bahan skripsi. Inget sob, yang kuliah bukan lo doang satu-satunya. Jadi, bersiaplah untuk bertempur adu cepat dengan teman-teman lo.
2. Referensi yang Memadai
Coy, kalau lo gak punya referensi, gw yakin 100 persen lo bakal bingung mau nulis apa di skripsi lo. Apalagi pasti lo keder liat skripsi senior yang tebal-tebal dan lo sampai bingung mereka menulis apa di sana. Tapi, gw pun merasakan hal yang sama karena memang referensi itu penting banget. Apalagi buat metode yang gw pakai yaitu semiotika. Setiap tanda yang gw analisis harus ada referensinya, jadi bisa dibayangkan berapa referensi yang harus gw cari. Kalau lo gak punya referensi, apalagi lo hanya menulis sesuatu yang berdasarkan pandangan lo juga tanpa didukung referensi, maka bersiaplah dalam sidang untuk "berdiskusi" menurut dospem gw, yang gw artikan sebagai "pembantaian".
3. Mental Anti Badai
Kalau lo mau skripsi lo berhasil, lo harus punya mental yang kalau menurut gw bahkan lebih dari bulu mata anti badai punya mba Syahrini. Gw inget pertama kali gw bimbingan dan menyampaikan judul gw, dospem gw bahkan udah memutuskan harapan gw saat itu juga. Gw masih inget percakapannya.
Dospem: "Oh Zerica, masuk-masuk"
Gw: (masuk ruangan dospem)
Dospem: "Jadi, apa judul kamu, Zer?"
Gw: "Oh, Representasi..."
Dospem: "Oh, semiotika yah. Hati-hati gagal yah."
Setelah itu dospem gw mulai menjelaskan banyak senior gw yang sebenernya buatnya nggak serius dengan menggunakan metode yang satu ini. Oh well. Nggak hanya itu. Gw inget banget gw harus revisi latar belakang masalah sampai lima kali! Bayangin, hanya latar belakang masalah harus lima kali! Gw udeh merinding disko aja dengan apa yang harus gw lakukan dengan bab-bab selanjutnya. Bahkan, dospem gw sempet ngomong, "Aduh, Zer. Masa masih latar belakang masalah, bapak udah mulai bosan nih." Jleb to the max. So, mental anti badai akan sangat membantu lo melewati masa-masa "indah" ini.
4. R-A-J-I-N
Kenapa gw menggunakan huruf kapital dan mengeja di sini. Bukan karena gw alay (padahal masih), tapi hal ini yang akan membuat lo cepat selesai dengan skripsi lo dan membuat nilai plus di mata dospem lo. Lo harus punya target kapan waktu ngerjain dan kapan lo mau selesain skripsi lo. Semakin diri lo rajin untuk bimbingan, percaya sama gw dospem lo bakal seneng banget kalau lo bimbingan. Itu memperlihatkan kepada mereka bahwa lo niat skripsi. Tapi, rajin di sini pun bukan berarti lo harus forsir dengan setiap hari lo kerjain skripsi. Kalau lo melakukan itu, hanya ada dua kemungkinan hal yang bisa terjadi. Pertama, skripsi lo bakal sukses karena emang lo emang niat meneliti dari awal dan berharap skripsi lo fabulous. Kayak lo emang punya jiwa peneliti. Atau lo akan berakhir dengan kejang-kejang dan harus masuk rumah sakit karena brain freeze.
Hal yang bakal buat bete lo pasti adalah revisi. Ketika lo belum menuju bab selanjutnya dan masih stuck di situ. Yang penting lo harus punya rencana, kapan lo mau relax dan mau lanjutin skripsi lo. Yang pasti jangan kelamaan relax juga, karena pastinya bab-bab selanjutnya akan lebih menantang untuk lo selesaikan.
5. Hoki
Kalau teman lo menyemangati lo dengan mengatakan "Wish You Luck". Guys, they really mean it. Mereka gak sekedar mengucapkan hanya untuk menyemangati lo, tapi mereka memang berharap lo memiliki hoki ketika lo menuju sidang. Sebagai rekan seperjuangan, mereka juga berharap itu terjadi pada mereka juga. Ini faktor yang bisa lo dapetin kalau Tuhan mengizinkan dan membuat lo lulus dengan baik. Hoki dalam menemukan referensi yang sulit, menemukan topik yang tepat, sampai hoki dengan siapa yang akan menjadi dosen penguji lo di sidang. Di kampus gw, entah kenapa, kita gak bakal tau siapa dosen penguji kita sampai hari "penantian" tiba. Hal ini yang bikin lo deg"an sampai mampus menebak siapa dosen yang akan menguji lo. Kalau lo gak mendapatkan kombinasi yang tepat, maka alhasil akan banyak emosi yang keluar mulai dari bete, nangis, bahkan marah.
Tapi, overall kalau lo berdoa dan berusaha skripsi pun bakal lewat juga. Yang penting lo harus percaya diri dan selalu berusaha yang terbaik karena pada akhirnya lo yang membuat skripsi itu, jadi nggak perlu takut waktu sidang (padahal gw ampe setengah sadar di dalam ruang sidang..haha). Kalau lo melakukan empat poin utama yang sudah gw sebutin di atas (kalau tambah poin kelima diberkatilah engkau), niscaya skripsi lo bakal berjalan dengan lancar.
Jadi, buat kalian semua yang akan atau sedang menjalani masa skripsi, TABAHLAH dan masa itu pun juga akan berlalu. Good Luck! (And you know I really mean that).
Itu hanyalah salah satu alasan gw. Alasan lainnya yang gw denger dari senior, kalau lo ambil skripsi dulu, setidaknya magang nggak akan "membutakan" dunia lo. Kenapa? Biasanya ketika kita sudah mencoba "bekerja" secara real, kita akan mulai keasyikan dan merasa lebih enak magang dibandingkan menyelesaikan skripsi. Padahal skripsi juga menjadi salah satu syarat lo lulus di kampus. Habis itu, kemungkinan kedua, ketika lo udah ambil skripsi duluan dan tinggal magang, siapa tau lo ditawarin untuk lanjut kerja, lo bisa langsung bisa ambil tanpa harus terbebani untuk menyelesaikan skripsi.
Cuman gak enaknya yah jadinya empat tahun. Kalau di kampus gw, kalau lo kuat iman dan mental untuk lulus 3,5 tahun juga diperbolehkan. Cuman gw tau, gw orang yang lebih suka fokus ke satu masalah dulu baru ke masalah yang lain. Masalahnya bebannya berat juga. Kalau untuk tugas kampus di semester yang lalu mau setiap minggu ada tugas untuk setiap mata kuliah yang berbeda, tapi gw sangat yakin untuk mengerjakannya. Tapi, kalau dua mata kuliah ini, lebih ke masalah lulus atau tidak lulus kuliah lo. Jadi, gw hanya memutuskan untuk mengambil skripsi aja.
![]() |
| Sumber: rommikaestria.com |
1. Topik yang Kece
This is the key for everything. Kalau lo gak punya topik yang kece buat lo skripsiin. Wasalam.... Bahkan topik yang kece sekalipun belum tentu bisa diterima hanya karena teman lo lebih cepat ambil topik yang sama dengan lo. Ini terjadi di jurusan gw, jurnalistik. Apalagi yang ambil metode framing bisa nangis darah kali mereka. Contoh, kasus JIS yang waktu itu ngetrend banget untuk dijadiin "mangsa" buat bahan skripsi. Inget sob, yang kuliah bukan lo doang satu-satunya. Jadi, bersiaplah untuk bertempur adu cepat dengan teman-teman lo.
2. Referensi yang Memadai
Coy, kalau lo gak punya referensi, gw yakin 100 persen lo bakal bingung mau nulis apa di skripsi lo. Apalagi pasti lo keder liat skripsi senior yang tebal-tebal dan lo sampai bingung mereka menulis apa di sana. Tapi, gw pun merasakan hal yang sama karena memang referensi itu penting banget. Apalagi buat metode yang gw pakai yaitu semiotika. Setiap tanda yang gw analisis harus ada referensinya, jadi bisa dibayangkan berapa referensi yang harus gw cari. Kalau lo gak punya referensi, apalagi lo hanya menulis sesuatu yang berdasarkan pandangan lo juga tanpa didukung referensi, maka bersiaplah dalam sidang untuk "berdiskusi" menurut dospem gw, yang gw artikan sebagai "pembantaian".
3. Mental Anti Badai
Kalau lo mau skripsi lo berhasil, lo harus punya mental yang kalau menurut gw bahkan lebih dari bulu mata anti badai punya mba Syahrini. Gw inget pertama kali gw bimbingan dan menyampaikan judul gw, dospem gw bahkan udah memutuskan harapan gw saat itu juga. Gw masih inget percakapannya.
Dospem: "Oh Zerica, masuk-masuk"
Gw: (masuk ruangan dospem)
Dospem: "Jadi, apa judul kamu, Zer?"
Gw: "Oh, Representasi..."
Dospem: "Oh, semiotika yah. Hati-hati gagal yah."
Setelah itu dospem gw mulai menjelaskan banyak senior gw yang sebenernya buatnya nggak serius dengan menggunakan metode yang satu ini. Oh well. Nggak hanya itu. Gw inget banget gw harus revisi latar belakang masalah sampai lima kali! Bayangin, hanya latar belakang masalah harus lima kali! Gw udeh merinding disko aja dengan apa yang harus gw lakukan dengan bab-bab selanjutnya. Bahkan, dospem gw sempet ngomong, "Aduh, Zer. Masa masih latar belakang masalah, bapak udah mulai bosan nih." Jleb to the max. So, mental anti badai akan sangat membantu lo melewati masa-masa "indah" ini.
4. R-A-J-I-N
Kenapa gw menggunakan huruf kapital dan mengeja di sini. Bukan karena gw alay (padahal masih), tapi hal ini yang akan membuat lo cepat selesai dengan skripsi lo dan membuat nilai plus di mata dospem lo. Lo harus punya target kapan waktu ngerjain dan kapan lo mau selesain skripsi lo. Semakin diri lo rajin untuk bimbingan, percaya sama gw dospem lo bakal seneng banget kalau lo bimbingan. Itu memperlihatkan kepada mereka bahwa lo niat skripsi. Tapi, rajin di sini pun bukan berarti lo harus forsir dengan setiap hari lo kerjain skripsi. Kalau lo melakukan itu, hanya ada dua kemungkinan hal yang bisa terjadi. Pertama, skripsi lo bakal sukses karena emang lo emang niat meneliti dari awal dan berharap skripsi lo fabulous. Kayak lo emang punya jiwa peneliti. Atau lo akan berakhir dengan kejang-kejang dan harus masuk rumah sakit karena brain freeze.
Hal yang bakal buat bete lo pasti adalah revisi. Ketika lo belum menuju bab selanjutnya dan masih stuck di situ. Yang penting lo harus punya rencana, kapan lo mau relax dan mau lanjutin skripsi lo. Yang pasti jangan kelamaan relax juga, karena pastinya bab-bab selanjutnya akan lebih menantang untuk lo selesaikan.
5. Hoki
Kalau teman lo menyemangati lo dengan mengatakan "Wish You Luck". Guys, they really mean it. Mereka gak sekedar mengucapkan hanya untuk menyemangati lo, tapi mereka memang berharap lo memiliki hoki ketika lo menuju sidang. Sebagai rekan seperjuangan, mereka juga berharap itu terjadi pada mereka juga. Ini faktor yang bisa lo dapetin kalau Tuhan mengizinkan dan membuat lo lulus dengan baik. Hoki dalam menemukan referensi yang sulit, menemukan topik yang tepat, sampai hoki dengan siapa yang akan menjadi dosen penguji lo di sidang. Di kampus gw, entah kenapa, kita gak bakal tau siapa dosen penguji kita sampai hari "penantian" tiba. Hal ini yang bikin lo deg"an sampai mampus menebak siapa dosen yang akan menguji lo. Kalau lo gak mendapatkan kombinasi yang tepat, maka alhasil akan banyak emosi yang keluar mulai dari bete, nangis, bahkan marah.
Tapi, overall kalau lo berdoa dan berusaha skripsi pun bakal lewat juga. Yang penting lo harus percaya diri dan selalu berusaha yang terbaik karena pada akhirnya lo yang membuat skripsi itu, jadi nggak perlu takut waktu sidang (padahal gw ampe setengah sadar di dalam ruang sidang..haha). Kalau lo melakukan empat poin utama yang sudah gw sebutin di atas (kalau tambah poin kelima diberkatilah engkau), niscaya skripsi lo bakal berjalan dengan lancar.
Jadi, buat kalian semua yang akan atau sedang menjalani masa skripsi, TABAHLAH dan masa itu pun juga akan berlalu. Good Luck! (And you know I really mean that).
Label:
Corat-coret,
komedi,
Pengalaman pribadi
Jumat, 22 Februari 2013
Kampung Betawi Uhuyy!!
Untuk ujian akhir mata kuliah komunikasi antar budaya gw, gw dapet tugas buat pergi ke suatu komunitas budaya. Gw pun akhirnya memilih kampung betawi. Gw pergi bareng bokap 'n nyokap gw, nggak lupa ditemani dua temen gw yg heboh, Krisma dan Cinthya. Kita semua berangkat dari jam enam pagi biar gak macet. Gw pergi ke daerah kampung Betawi Setu Babakan di daerah Depok. Dalem perjalanan pastinya jadi banyak ngobrol. soalnya gw, Cinthya, sama Krisma udah temenan dari SMA bahkan kalo buat Krisma gw udah temenan dari TK. Ditambah lagi, kita semua gak ada yg sekelas di mata kuliah apapun, udah deh, kayak reuni.
Well, akhirnya kita semua pun sampai dan mulai rekam" yang ada di depan mata. Jujur menurut gw, kampung Betawinya keren banget. Emang Kampung Setu Babakan udah dijadiin sebagai tempat wisata juga. Pergi ke sana rasanya kayak balik lagi ke masa kecil. Banyak jajanan yg ada waktu gw kecil, belum mainannya. Tapi, yg paling gak bakal gw lewatin ketika sampai di sana adalah....SOTO BETAWI! Apalagi gw udah lama juga gak makan soto Betawi. Beh...udah kudu wajib hukumnya buat makan. Yah, tapi pastinya kita cari bahan dulu buat tugas. Kita bertiga sempet masuk ke tempat acara pementasan. Kalau di pagi hari hanya ada latihan pencak silat. Gw pun mulai keliling-keliling sambil terkesima gara" ngeliat arsitektur bangunan Betawi. Di siang hari ada pertunjukan Lenong tapi, sayangya gw gak sempet nonton. Kita bertiga mulai bingung siapa yang harus diwawancara soalnya humasnya belum dateng. Akhirnya kita mulai wawancara warga sekitar ternyata dari orang yg kita wawancara ada yang jadi mantan pengurus kampung Betawi. Ciah..kadang keberuntungan gak pernah ada yg tahu. Gw juga dapet pin dari komunitas Onthel Setu Babakan. Ada gambar ondel-ondel di pin itu. Saat itu cerah, jadi asik buat jalan-jalan.
Kita bertiga akhirnya mulai jalan-jalan sampai akhirnya satu insiden terjadi. Sendal ceper Cinthya putus. Bisa dibayangkan teman gw yg satu ini langsung panik gak karuan. Gw pun akhirnya menjadi korban buat nemenin dia nyari warung yang jual sendal. Awalnya, kami berdua bahkan mencoba meminta sendal bekas dari pemilik-pemilik rumah dan yang ternyata gak ada. Untungnya deket rumah-rumah Betawi, ada kios yang menjual sendal. Gw cuman bisa ketawa ketika pilihan sendalnya warna oren dan warna hijau ngejreng. Cinthya pribdai juga mungkin bingung dengan pilihannya. Akhirnya, dia milih yang berwarna hijau.
Setelah itu, kita bertiga pun wawancara Bu Irma, humas dari Kampung Betawi. Pertanyaan yang kita tanyakan berhubungan dengan komunikasi suku Betawi. Secara verbal, pastinya orang Jakarta udah gak asing lagi dengan kata-kata gue, lo, balikkin, dan lain-lain. Ternyata akhiran -in itu berasal dari bahasa Beatwi lho! Percaya atau nggak juga, bahasa Betawi populer banget di kalangan anak muda dari daerah mana aja. Banyak orang yang merasa menggunakan bahasa Betawi adalah bahasa gaul karena Jakarta sendiri adalah ibukota negara. Malah sampai ada riset yang bilang bahasa Betawi kemungkinan bisa menjadi bahasa "sekunder" Indonesia. Mantap gak tuh!
Setelah selesai wawancara, kita juga sempet menyaksikan latihan pencak silat dan latihan tari tradisional. Gw sangat merekomendasikan banget ke kalian yang suka jalan-jalan untuk mengunjungi Kampung Betawi yang satu ini. Perut yang lapar buat gw langsung ingin menyambar soto Betawi yang sudah gw idamkan. Akhirnya, gw, Krisma dan ortu gw makan soto Betawi. Cinthya cobain kerak telor dan yang ternyata juga enak kok. Sepanjang jalan kalian bisa lihat banyak jajanan Betawi. Roti buaya yang menjadi simbol dalam pernikahan Betawi juga bisa kalian temukan.
Gw sempet nanya sama tukang soto Betawi yang gw lupa namanya (Maaf ya, Pak). Dia berasal dari Bogor dan selama dia jualan di daerah itu, tidak pernah ada masalah dengan orang-orang Betawi. Mereka saling menghargai satu sama lain. Tentu aja hal kayak gini harus bisa dicontoh banyak orang. Well, kalau misal kalian jalan-jalan, sempetin yah ke Kampung yang satu ini :D
Well, akhirnya kita semua pun sampai dan mulai rekam" yang ada di depan mata. Jujur menurut gw, kampung Betawinya keren banget. Emang Kampung Setu Babakan udah dijadiin sebagai tempat wisata juga. Pergi ke sana rasanya kayak balik lagi ke masa kecil. Banyak jajanan yg ada waktu gw kecil, belum mainannya. Tapi, yg paling gak bakal gw lewatin ketika sampai di sana adalah....SOTO BETAWI! Apalagi gw udah lama juga gak makan soto Betawi. Beh...udah kudu wajib hukumnya buat makan. Yah, tapi pastinya kita cari bahan dulu buat tugas. Kita bertiga sempet masuk ke tempat acara pementasan. Kalau di pagi hari hanya ada latihan pencak silat. Gw pun mulai keliling-keliling sambil terkesima gara" ngeliat arsitektur bangunan Betawi. Di siang hari ada pertunjukan Lenong tapi, sayangya gw gak sempet nonton. Kita bertiga mulai bingung siapa yang harus diwawancara soalnya humasnya belum dateng. Akhirnya kita mulai wawancara warga sekitar ternyata dari orang yg kita wawancara ada yang jadi mantan pengurus kampung Betawi. Ciah..kadang keberuntungan gak pernah ada yg tahu. Gw juga dapet pin dari komunitas Onthel Setu Babakan. Ada gambar ondel-ondel di pin itu. Saat itu cerah, jadi asik buat jalan-jalan.
Kita bertiga akhirnya mulai jalan-jalan sampai akhirnya satu insiden terjadi. Sendal ceper Cinthya putus. Bisa dibayangkan teman gw yg satu ini langsung panik gak karuan. Gw pun akhirnya menjadi korban buat nemenin dia nyari warung yang jual sendal. Awalnya, kami berdua bahkan mencoba meminta sendal bekas dari pemilik-pemilik rumah dan yang ternyata gak ada. Untungnya deket rumah-rumah Betawi, ada kios yang menjual sendal. Gw cuman bisa ketawa ketika pilihan sendalnya warna oren dan warna hijau ngejreng. Cinthya pribdai juga mungkin bingung dengan pilihannya. Akhirnya, dia milih yang berwarna hijau.
Setelah itu, kita bertiga pun wawancara Bu Irma, humas dari Kampung Betawi. Pertanyaan yang kita tanyakan berhubungan dengan komunikasi suku Betawi. Secara verbal, pastinya orang Jakarta udah gak asing lagi dengan kata-kata gue, lo, balikkin, dan lain-lain. Ternyata akhiran -in itu berasal dari bahasa Beatwi lho! Percaya atau nggak juga, bahasa Betawi populer banget di kalangan anak muda dari daerah mana aja. Banyak orang yang merasa menggunakan bahasa Betawi adalah bahasa gaul karena Jakarta sendiri adalah ibukota negara. Malah sampai ada riset yang bilang bahasa Betawi kemungkinan bisa menjadi bahasa "sekunder" Indonesia. Mantap gak tuh!
Setelah selesai wawancara, kita juga sempet menyaksikan latihan pencak silat dan latihan tari tradisional. Gw sangat merekomendasikan banget ke kalian yang suka jalan-jalan untuk mengunjungi Kampung Betawi yang satu ini. Perut yang lapar buat gw langsung ingin menyambar soto Betawi yang sudah gw idamkan. Akhirnya, gw, Krisma dan ortu gw makan soto Betawi. Cinthya cobain kerak telor dan yang ternyata juga enak kok. Sepanjang jalan kalian bisa lihat banyak jajanan Betawi. Roti buaya yang menjadi simbol dalam pernikahan Betawi juga bisa kalian temukan.
Gw sempet nanya sama tukang soto Betawi yang gw lupa namanya (Maaf ya, Pak). Dia berasal dari Bogor dan selama dia jualan di daerah itu, tidak pernah ada masalah dengan orang-orang Betawi. Mereka saling menghargai satu sama lain. Tentu aja hal kayak gini harus bisa dicontoh banyak orang. Well, kalau misal kalian jalan-jalan, sempetin yah ke Kampung yang satu ini :D
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi,
tugas
Tugas Foto Jurnalistik
Hmmm, kalo dipikir-pikir sekarang tugas foto jurnalistik gw sebenernya malah memberi nilai plus buat gw. Awalnya gw dapet tugas ke Senayan buat wawancara atlit. Rasanya udah bete aja denger dosen gw bilang kalo Senayan cuman ramai di hari Sabtu sama Minggu doang. BAYANGKAN!! Gw dikasih tahu hari Jumat, besoknya gw tugas gereja. The only choice cuman hari Minggu. Akhirnya, nasib gw yang blom bisa bawa mobil ini hanya bisa berharap jawaban iya dari ortu gw agar gw bisa dianter ampe Senayan. Bokap 'n nyokap gw setuju karena sekalian liat pameran. Tiba" ada kabar menggagetkan, karena bokap gw ketua RT alhasil dia harus rapat buat acara pilkada. Oh no...Bokap gw janji bakal tetep anterin gw apapun yang terjadi. Kalo diinget lagi jadi terharu, itukah rasa cinta seorang ayah terhadap anaknya? Hiks...
Jam 1 siang akhirnya gw berangkat dan jalanan juga sepi untungnya. Sampai di Senayan jujur gw bingung mulai dari mana. Bokap gw akhirnya parkir di deket lapangan bola buat pemain Timnas. Gw mulai cari" siapa yang bakal bisa gw wawancara. Well, lo gak bisa berharap bakal ada Bambang Pamungkas nangkring atau untuk olahraga lain kayak Taufik Hidayat. Jadi, jelas gw nanya aja siapa yang ada di sana. Akhirnya, gw wawancara salah satu pelatih Bintang Muda Senayan, namanya Pak Eki. Bodohnya gw, udah wawancara baru inget gak dicatet atau direkam. Saat gw minta foto, eh malah narsis pelatihnya. "Mau saya duduk, berdiri atau main bola?" Biar hasil foto gw bagus yah main bola aja lah pak..hahaha. Setelah selesai, gw langsung catet apa aja yg tadi diomongin. Fiuhh..Satu selesai.
Setelah dapet foto itu, akhirnya malah bokap 'n nyokap udah gak sabar buat liatin pameran. Akhirnya, gw pun pulang. Pas hari Senin, gw denger kalo si Eldo dapet foto sama Jokowi. WHAT?! JOKOWI?! Gw udah stress aja. Hiks... Eldo sama Niken punya rencana buat liat demo Kamisan, gw juga denger dari Gemmy kalo bakal ada sidang Angelina Sondakh hari Kamis. Gw pun yang kepo akhirnya pergi hari Kamis ke Tipikor.
Gw berangkat bareng ayahanda dan ternyata gw melihat kenyataan setiap hari ayah gw harus melawan kemacetan yg uju buneng parah di Jakarta. Gila banget, mau ke arah Tomang aja kalo gak punya jiwa santai bisa capek di jalan. Gw akhirnya ke arah Kuningan. Dalam perjalanan, Boni panggilan akrab om gw mulai nanya.
"Lo ngapain sih ke Tipikor?"
"Buat tugas lah, Bon"
"Mang siapa yg diadilin?" Masih kepo.
"Angelina Sondakh" Jawab gw singkat.
Boni mulai diem. "Lo boong yah?"
"Yeh, gak percaya." Boni masih aja gak percaya dengan apa yg gw bilang sampai akhirnya kita berdua udah bisa lihat gedung KPK dari jauh. Gw teriak saking senengnya kayak apaan aja.
Boni mulai liat sekeliling.
"Kok banyak polisi yah? Eh! Ada Metro Tv!" Katanya sambil nunjuk. Gw cuman diem aja. "Eh, ada Tv One!!" Mukanya bahagia banget kayak gak percaya gitu. Astaga, Bon...Huh...
Sampai di tipikor karena masih satu jalur dari KPK, gw langsung liat Rhima di lobi. Mukanya panik dan ternyata Angelina Sondakh baru aja naik lift setelah gw masuk. Gw pun langsung shock 'n langsung keluarin kamera. Ternyata pas sampai atas banyak banget coy wartawan! Hedeh... Gw juga liat Gemmy, dua Intan dan Sekar. Gw juga liat sosok cewek rambut lurus dan berkulit putih serta diserbu oleh para wartawan. Yap! Itu dia Angelina Sondakh. Gw pun langsung ikut"an buat foto.
Rasanya agak gak percaya juga sih bisa foto kayak gini..hahahah. Udah gtu, momen paling klimaks menurut gw adalah ketika gw dan Dita ke WC. WC tipikor bisa dibilang miris dan ironis. Jangan lampu remang" di kamar mandinya, tapi bener" gelap gulita. Tapi, namanya panggilan alam, Dita pun akhirnya harus nungguin gw di depan. Dita" gw denger Dita manggil gw.
"Zer..zer.."
"Knapa sih?"
"Lo dari tadi denger gw panggil u gak?"
"Gak, mang knapa?"
"Ntu, Angelina Sondakh ada di belakang gw"
Ternyata Mba Angie nungguin gw keluar dari WC, gw pun senyum ke dy, 'n dy bales senyum. Gw tetep stay cool, walaupun sebenernya dalem hati ada parade. Gw juga merasakan betapa kerasnya hidup wartawan untuk cari berita. Pas momen Nazaruddin dateng, sumpah...dy diserbu abis"an, dan gw...udah kayak ikan sarden kebawa arus. Yah, ampun.
Saat pengadilan di mulai, gue mulai tau cara kerja wartawan dengan cara menempelkan alat perekam di sound speaker buat pernyataan si narasumber. Ternyata begitu cara mereka bekerja. Gw inget banget Gemi bahkan sempet berantem sama salah satu wartawan tentang masalah posisi Gemi yang oke banget buat foto. Gak hanya sampe di situ aja, ge juga sempet mengabadikan sebuah demo dan akhirnya pulang bareng-bareng naik bis.
Walaupun capek banget, tapi ada pengalaman lebih yang gak mungkin semua orang punya. Well, memang udah seharusnya ada yang bisa gw ambil dari jurusan yang gw ambil sekarang.
Jam 1 siang akhirnya gw berangkat dan jalanan juga sepi untungnya. Sampai di Senayan jujur gw bingung mulai dari mana. Bokap gw akhirnya parkir di deket lapangan bola buat pemain Timnas. Gw mulai cari" siapa yang bakal bisa gw wawancara. Well, lo gak bisa berharap bakal ada Bambang Pamungkas nangkring atau untuk olahraga lain kayak Taufik Hidayat. Jadi, jelas gw nanya aja siapa yang ada di sana. Akhirnya, gw wawancara salah satu pelatih Bintang Muda Senayan, namanya Pak Eki. Bodohnya gw, udah wawancara baru inget gak dicatet atau direkam. Saat gw minta foto, eh malah narsis pelatihnya. "Mau saya duduk, berdiri atau main bola?" Biar hasil foto gw bagus yah main bola aja lah pak..hahaha. Setelah selesai, gw langsung catet apa aja yg tadi diomongin. Fiuhh..Satu selesai.
![]() |
| Pelatih Bintang Muda Senayan, Eki sedang men-juggling bola di Senayan, Minggu (25/11/2012). |
Gw berangkat bareng ayahanda dan ternyata gw melihat kenyataan setiap hari ayah gw harus melawan kemacetan yg uju buneng parah di Jakarta. Gila banget, mau ke arah Tomang aja kalo gak punya jiwa santai bisa capek di jalan. Gw akhirnya ke arah Kuningan. Dalam perjalanan, Boni panggilan akrab om gw mulai nanya.
"Lo ngapain sih ke Tipikor?"
"Buat tugas lah, Bon"
"Mang siapa yg diadilin?" Masih kepo.
"Angelina Sondakh" Jawab gw singkat.
Boni mulai diem. "Lo boong yah?"
"Yeh, gak percaya." Boni masih aja gak percaya dengan apa yg gw bilang sampai akhirnya kita berdua udah bisa lihat gedung KPK dari jauh. Gw teriak saking senengnya kayak apaan aja.
Boni mulai liat sekeliling.
"Kok banyak polisi yah? Eh! Ada Metro Tv!" Katanya sambil nunjuk. Gw cuman diem aja. "Eh, ada Tv One!!" Mukanya bahagia banget kayak gak percaya gitu. Astaga, Bon...Huh...
Sampai di tipikor karena masih satu jalur dari KPK, gw langsung liat Rhima di lobi. Mukanya panik dan ternyata Angelina Sondakh baru aja naik lift setelah gw masuk. Gw pun langsung shock 'n langsung keluarin kamera. Ternyata pas sampai atas banyak banget coy wartawan! Hedeh... Gw juga liat Gemmy, dua Intan dan Sekar. Gw juga liat sosok cewek rambut lurus dan berkulit putih serta diserbu oleh para wartawan. Yap! Itu dia Angelina Sondakh. Gw pun langsung ikut"an buat foto.
Rasanya agak gak percaya juga sih bisa foto kayak gini..hahahah. Udah gtu, momen paling klimaks menurut gw adalah ketika gw dan Dita ke WC. WC tipikor bisa dibilang miris dan ironis. Jangan lampu remang" di kamar mandinya, tapi bener" gelap gulita. Tapi, namanya panggilan alam, Dita pun akhirnya harus nungguin gw di depan. Dita" gw denger Dita manggil gw.
"Zer..zer.."
"Knapa sih?"
"Lo dari tadi denger gw panggil u gak?"
"Gak, mang knapa?"
"Ntu, Angelina Sondakh ada di belakang gw"
Ternyata Mba Angie nungguin gw keluar dari WC, gw pun senyum ke dy, 'n dy bales senyum. Gw tetep stay cool, walaupun sebenernya dalem hati ada parade. Gw juga merasakan betapa kerasnya hidup wartawan untuk cari berita. Pas momen Nazaruddin dateng, sumpah...dy diserbu abis"an, dan gw...udah kayak ikan sarden kebawa arus. Yah, ampun.
Saat pengadilan di mulai, gue mulai tau cara kerja wartawan dengan cara menempelkan alat perekam di sound speaker buat pernyataan si narasumber. Ternyata begitu cara mereka bekerja. Gw inget banget Gemi bahkan sempet berantem sama salah satu wartawan tentang masalah posisi Gemi yang oke banget buat foto. Gak hanya sampe di situ aja, ge juga sempet mengabadikan sebuah demo dan akhirnya pulang bareng-bareng naik bis.
Walaupun capek banget, tapi ada pengalaman lebih yang gak mungkin semua orang punya. Well, memang udah seharusnya ada yang bisa gw ambil dari jurusan yang gw ambil sekarang.
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi,
tugas
Selasa, 12 Februari 2013
The Battle of Love [Fresco and Mario Project]
Please Like and Comment! Thank You!! ;D
Label:
Corat-coret,
komedi,
Video
Sabtu, 27 Oktober 2012
Malu Jadi Orang Indonesia?
Like dan kasih komentar guys..Thank You...;D
Label:
Corat-coret,
Iklan,
komedi
Senin, 15 Oktober 2012
Audisi "Lupus"
Baru-baru ini gw baru aja ikut audisi buat film Lupus yang diselenggarakan Komando Pictures. Awalnya gw liat di iklan mengenai adanya audisi besar-besaran itu. Gw pun coba ikut karena iseng dan juga kebetulan kaarakter yang diminta sesuai. Gw pun dengan pede bilang ke bokap dan nyokap gw. Gw juga yakin dengan ekspresi mereka ketika gw kasih tau mengenai gw mau audisi. Bokap gw kaget campur dengan cool, sedangkan nyokap gw cuman nyengir gak jelas. Well, yang penting gw dapet izinlah.
Gw pun dengan Om Roni pergi ke kantor Komando yang ada di Tebet buat ambil formulir.. Sampai di sana sekitar jam 10 an. Gw pun langsung tanya satpam dan dia kasih tunjuk arahnya. Gw sempet ngobrol sama seorang ibu yang sedang nunggu suaminya buat sekalian syuting. Sampai jam 11, akhirnya ada satu orang yang bilang bahwa orang yang memegang formulir sedang dalam perjalanan karena kantornya libur setiap weekend. Hanya ada petugas piket aja. Gw liat banyak yg liatin gw dengan tatapan sedih. Ada juga yg suruh gw pulang dulu. Iya kali gw balik ke Tangerang terus ke Tebet lagi. Bisa digantung bokap gw nanti. Sampai jam 12 gw menunggu, ternyata ada yang bilang si pemegang formulir sedang kecebak macet. Malah waktu itu gw gak bawa headset lagi. Akhirnya, gw cuman liatin kucing yg lagi jalan aja saking gak ada kerjaannya.
Tiba-tiba ada orang yang kayaknya asik banget, lagi ngobrol bareng orang" dari Komando. Cowo, kulitnya sawo matang, dan kepalanya botak. Ia juga sempet salaman sama gw dan hal itu malah makin buat gw bingung. Setelah dia pergi, barulah gw sadar ternyata orang tersebut adalah salah satu pemain di Pesbukers yang biasanya disiram bedak.Alamak. Sambil masih menunggu, gak lama kemudian ada pasangan suami sitri yg pengen daftarin anaknya juga dan mau ambil formulir. Yah, lumayanlah ada temen ngobrol. Pasangan itu curhat tentang masalah hal-hal yang harus dibawa sampai novel Lupus sendiri. Tiba-tiba, satu orang penjaga keluar dari kantor dan bilang bahwa sebenernya formulirnya tertumpuk, jadi gak kelihatan. Saat denger hal itu, gw cuman membatin diri dan berkata "Ambil aku, Tuhan!!!" saking betenya. Gw pun mulai menulis formulir dan kasih persyaratannya. Yang lucu pasangan ortu sebelah gw malah minta hari audisinya dipindahin karna anaknya mau UTS. Mang yang audisi cuman anaknya doang kali yah. Ada" aja.
Setelah masalah formulir selesai, gw pun ikut audisi tanggal 11 Oktober yang berlangsung di Mal Casablanca. Waktu nyampe di sana, gw cengo setengah mati karena Mal Casablanca termasuk mal elit. Jadi, gw yang datang dengan memakai seragam SMA cuman menatap. Gw juga sempetin ke WC-nya yang sumpah keren abis. Tapi, karena mal elit jadi mungkin sepi pengunjung. Gw pun langsung ke tempat audisi buat daftar ulang. Setelah daftar ulang, gw lihat bayak banget yang pake seragam SMA sama kayak gw. Tiba-tiba ada cowok yg menghampiri gw dan gak ada angin atau debu, dia langsung minta nomor HP gw. Iya kali mas, gw kasih...cape deh. Akhirnya gw pindah buat sekalian duduk di dalam. Audisinya beda sama kota lainnya kayaknya, di situ modelnya ruang terbuka. Gw pun berkenalan dengan Dimas yang ternyata tinggal di Kelapa Dua. Sumpah dunia sempit abis! Gw juga kenalan sama Gilang dan Ade.
Gw agak bingung juga dengan audisinya karena banyak yang diminta nari, modelling dan nyanyi. Gw juga gak ngerti sih. Denger" dari Gilang, kita harus punya konsep buat peranin sesuatu di depan. Karena gw audisi sebagai Lulu, gw akhirnya udah punya bayangan. Gw pun akhirnya menunggu bareng Ade dan Dimas. Tapi, karena gw termasuk nomor 50 ke bawah, yah jadi habis istirahat baru lanjut audisi lagi. Gw, Ade sama Dimas akhirnya mulai cari makan dan ketemu sama Riki, Fakri dan Indra. Walaupun yang akhirnya ikut makan cuman Riki sama Fakri. Awal pertama kali, lihat Fakri, gw kira anaknya kalem gimana gitu yah, ternyata gw salah besar. Aslinya juga cacat, gak beda jauh sama Riki juga yang gw kira kayaknya dewasa gimana gitu walaupun emang dia juga udah semester 5. Hahahah. Agak sedih juga sih sama Dimas, yang emang bener"pure anak SMA. Ade juga udah kuliah ambil perhotelan. Entah kenapa kita udah jadi akrab aja. Aneh tapi nyata.
Audisi pun kembali dimulai dan ternyata yang maju langsung tiga orang! Aduh, otomatis gw harus bikin konsep bareng sebelah gw. Malah orangnya awalnya gak ada, terus tiba" dateng di detik" terakhir. Aduh, murka abis. Terus malah panitianya marah sama kita. Ampun deh. Belum yang tambah bikin gw keki adalah anak-anak yang dateng dari PH. Sumpah, bisa main nyelonong aja dan langsung dipasang-pasang bareng kita". Gw agak kasihan juga sama sebelah gw, soalna anak-anak PH-nya yg gw denger dia gak ngeri cerita Lupus. Sabar deh. Gw pun akhirnya bareng Ade dan satu cowo maju. Gw berperan jadi Lulu, Ade jadi Poppy dan si cowo itu jadi Lupus. Di akhir audisi, ternyata gw dicatet sama jurinya. Tapi jadinya malah gak jelas. Jadi, gw masuk apa gak? Gw nanya sama MC, eh malah di suruh turun. Mending baik gitu yah suruh turunnya. Eh, temen" gw malah selametin gw karna gw dicatet. Jadi, menurut mereka gw bisa maen kalo ditelpon sama Komando. Nggak deh makasih. Gw uda punya firasat kalo bisa ditelpon tuh 1: 1000, udah gitu gw yakin yg masuk bakal orang" dari manajemen. Ternyata firasat gw bener. Setelah gw pulang, Gilang cerita kalo yg masuk rata" dari manajemen. Kadang gw kasihan juga sama orang" yang emang niat dari awal.Yah, kalo gw sih gak terlalu pusingin sih, yang penting eksis dulu lah...di handphone.
Hati-hati lho, karena gw yakin salah satu di antara orang yang masuk dalam foto ini akan menjadi aktor atau aktris yang sukses, Eh! Bahkan semuanya....(termasuk yang fotoin..Hahahah)
PS: Thanks buat Tito yang udah mau foto kita semua! Hehe...
Gw pun dengan Om Roni pergi ke kantor Komando yang ada di Tebet buat ambil formulir.. Sampai di sana sekitar jam 10 an. Gw pun langsung tanya satpam dan dia kasih tunjuk arahnya. Gw sempet ngobrol sama seorang ibu yang sedang nunggu suaminya buat sekalian syuting. Sampai jam 11, akhirnya ada satu orang yang bilang bahwa orang yang memegang formulir sedang dalam perjalanan karena kantornya libur setiap weekend. Hanya ada petugas piket aja. Gw liat banyak yg liatin gw dengan tatapan sedih. Ada juga yg suruh gw pulang dulu. Iya kali gw balik ke Tangerang terus ke Tebet lagi. Bisa digantung bokap gw nanti. Sampai jam 12 gw menunggu, ternyata ada yang bilang si pemegang formulir sedang kecebak macet. Malah waktu itu gw gak bawa headset lagi. Akhirnya, gw cuman liatin kucing yg lagi jalan aja saking gak ada kerjaannya.
Tiba-tiba ada orang yang kayaknya asik banget, lagi ngobrol bareng orang" dari Komando. Cowo, kulitnya sawo matang, dan kepalanya botak. Ia juga sempet salaman sama gw dan hal itu malah makin buat gw bingung. Setelah dia pergi, barulah gw sadar ternyata orang tersebut adalah salah satu pemain di Pesbukers yang biasanya disiram bedak.Alamak. Sambil masih menunggu, gak lama kemudian ada pasangan suami sitri yg pengen daftarin anaknya juga dan mau ambil formulir. Yah, lumayanlah ada temen ngobrol. Pasangan itu curhat tentang masalah hal-hal yang harus dibawa sampai novel Lupus sendiri. Tiba-tiba, satu orang penjaga keluar dari kantor dan bilang bahwa sebenernya formulirnya tertumpuk, jadi gak kelihatan. Saat denger hal itu, gw cuman membatin diri dan berkata "Ambil aku, Tuhan!!!" saking betenya. Gw pun mulai menulis formulir dan kasih persyaratannya. Yang lucu pasangan ortu sebelah gw malah minta hari audisinya dipindahin karna anaknya mau UTS. Mang yang audisi cuman anaknya doang kali yah. Ada" aja.
Setelah masalah formulir selesai, gw pun ikut audisi tanggal 11 Oktober yang berlangsung di Mal Casablanca. Waktu nyampe di sana, gw cengo setengah mati karena Mal Casablanca termasuk mal elit. Jadi, gw yang datang dengan memakai seragam SMA cuman menatap. Gw juga sempetin ke WC-nya yang sumpah keren abis. Tapi, karena mal elit jadi mungkin sepi pengunjung. Gw pun langsung ke tempat audisi buat daftar ulang. Setelah daftar ulang, gw lihat bayak banget yang pake seragam SMA sama kayak gw. Tiba-tiba ada cowok yg menghampiri gw dan gak ada angin atau debu, dia langsung minta nomor HP gw. Iya kali mas, gw kasih...cape deh. Akhirnya gw pindah buat sekalian duduk di dalam. Audisinya beda sama kota lainnya kayaknya, di situ modelnya ruang terbuka. Gw pun berkenalan dengan Dimas yang ternyata tinggal di Kelapa Dua. Sumpah dunia sempit abis! Gw juga kenalan sama Gilang dan Ade.
Gw agak bingung juga dengan audisinya karena banyak yang diminta nari, modelling dan nyanyi. Gw juga gak ngerti sih. Denger" dari Gilang, kita harus punya konsep buat peranin sesuatu di depan. Karena gw audisi sebagai Lulu, gw akhirnya udah punya bayangan. Gw pun akhirnya menunggu bareng Ade dan Dimas. Tapi, karena gw termasuk nomor 50 ke bawah, yah jadi habis istirahat baru lanjut audisi lagi. Gw, Ade sama Dimas akhirnya mulai cari makan dan ketemu sama Riki, Fakri dan Indra. Walaupun yang akhirnya ikut makan cuman Riki sama Fakri. Awal pertama kali, lihat Fakri, gw kira anaknya kalem gimana gitu yah, ternyata gw salah besar. Aslinya juga cacat, gak beda jauh sama Riki juga yang gw kira kayaknya dewasa gimana gitu walaupun emang dia juga udah semester 5. Hahahah. Agak sedih juga sih sama Dimas, yang emang bener"pure anak SMA. Ade juga udah kuliah ambil perhotelan. Entah kenapa kita udah jadi akrab aja. Aneh tapi nyata.
Audisi pun kembali dimulai dan ternyata yang maju langsung tiga orang! Aduh, otomatis gw harus bikin konsep bareng sebelah gw. Malah orangnya awalnya gak ada, terus tiba" dateng di detik" terakhir. Aduh, murka abis. Terus malah panitianya marah sama kita. Ampun deh. Belum yang tambah bikin gw keki adalah anak-anak yang dateng dari PH. Sumpah, bisa main nyelonong aja dan langsung dipasang-pasang bareng kita". Gw agak kasihan juga sama sebelah gw, soalna anak-anak PH-nya yg gw denger dia gak ngeri cerita Lupus. Sabar deh. Gw pun akhirnya bareng Ade dan satu cowo maju. Gw berperan jadi Lulu, Ade jadi Poppy dan si cowo itu jadi Lupus. Di akhir audisi, ternyata gw dicatet sama jurinya. Tapi jadinya malah gak jelas. Jadi, gw masuk apa gak? Gw nanya sama MC, eh malah di suruh turun. Mending baik gitu yah suruh turunnya. Eh, temen" gw malah selametin gw karna gw dicatet. Jadi, menurut mereka gw bisa maen kalo ditelpon sama Komando. Nggak deh makasih. Gw uda punya firasat kalo bisa ditelpon tuh 1: 1000, udah gitu gw yakin yg masuk bakal orang" dari manajemen. Ternyata firasat gw bener. Setelah gw pulang, Gilang cerita kalo yg masuk rata" dari manajemen. Kadang gw kasihan juga sama orang" yang emang niat dari awal.Yah, kalo gw sih gak terlalu pusingin sih, yang penting eksis dulu lah...di handphone.
![]() |
| Dimas, Fakri, Indra, Riki, Gw, Ade |
PS: Thanks buat Tito yang udah mau foto kita semua! Hehe...
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi
Hau Nian Doben, Timor Lorosae
Akhirnya selama 14 tahun meninggalkan kampung halaman, gw akhirnya pergi juga ke Timor Leste, di mana gw lahir. Gw pindah ke Indonesia waktu umur 4 tahun, so gw udah gak inget apa-apa kecuali cuaca yang panas. Gw pun berangkat bersama nyokap gw karena kebetulan nyokap juga pengen nyelesain administrasi rumah. Bokap 'n kedua ade gw gak ikut soalnya udah masuk kerja 'n sekolah.
Perjalanan dari Indonesia ke Timor kira" 4 jam dengan transit di Bali. Kebetulan gw duduk deket jendela jadi gw bisa lihat-lihat pemandangan. Waktu perjalanan ke Timor, gw bisa lihat perubahan pulau yang tadinya berwarna hijau menjadi warna coklat. Timor Leste kayaknya negara yang panas banget nih. Detik-detik gw turun dari pesawat juga bikin gw deg"an. Yah, mungkin karena pertama kali. Hahahah. Waktu gw turun, gw bisa ngerasain panas dan teriknya matahari. Bujud! Panas bener. Cuman lo bisa ngerasain angin di situ, beda sama Tangerang. Hedeh...
Hal mengagetkan pertama kali ketika gw udah berada di mobil bersama Om Leo, Om Ze dan Tante Dulce adalah jarak dar airport ke rumah Om Leo yang sangat dekat. Dan herannya lagi bukan karena rumahnya yg deket, tp emang ke mana" deket. Buset dah..hahahaha. Sampai di rumah Om Leo, gw bertemu dengan semua anaknya. Ada Uga, Jenny, Riri sama Aze.
Tapi ternyata gak hanya ada mereka aja yang ada di dalam rumah Om Leo. Masih ada Tante Paya, Om Denis, Valde, Telu dan Julio. Lebih ga nyangka lagi gw lebih tua daripada mereka-mereka. Hmmm... Selama kira" sminggu di sana banyak banget pengalaman yang gw dapet. Hari pertama karena udah capek akhirnya gw istirahat dan lo tau perbedaan waktu di Timor sama Tangerang tuh beda 2 jam. Jadi, gw berasa banget 2 jam gw di Timor rasanya ilang begitu aja. Abis cepet banget coba...hahahaha. Keesokan harinya gw inget banget sarapan roti Timor, bedeh rotinya beda banget tapi enak. Apalagi kalo masih dari pabrik, ampun deh gak cukup satu!! Ada juga sasoro atau bubur yang beda banget sama Indonesia punya. Gw pun mulai melirik-lirik kota kelahiran gw itu. Di sebelah rumah Om Leo persis adalah rumah gw waktu itu tinggal.
Hari yang panas juga menemani gw jalan-jalan di sekitar rumah. Tapi, walaupun panas, ada anginnya juga coy! Semriwing gimana gitu...hahahah. Soalnya Timor tuh deket banget sama gunung dan gunungnya kliatan jelas banget dari kota Dili. Enaknya rumah Om Leo sangat dekat dengan pasar dan juga mall. Bedanya di Timor hanya ada satu mall namanya Timor Plaza. Jujur sih kalo menurut gw isinya jauh dengan Indonesia. Jelas Indonesia lebih berkembang daripada Timor Leste. Selain itu yang bikin gw keki di sana harganya mahal gila coy pake dolar soalna. Hahahaha. Kalo buat biaya hidup tetep enakkan di Indonesia sih. Tapi yang bikin gw terkesima di sana adalah pantainya. Hedeh... Pantai di Timor Leste berasa lo ke pulau mana gitu. Mantep banget! Rasanya fresh banget dan lo pasti betah deh di situ!
Itu baru namanya pantai! GILA! Jauh banget sama Carita ama Anyer...Well, kira-kira begitulah. Rasanya udah lama gak liburan ke pantai, mulai lagi jadi anak kecil yang ngumpulin kerang, maen air ampe puas. Gw masih inget banget rasanya nginjakkin kaki di pasir yang hangat itu...(malah jadi puitis) Lo bisa lihat rumput laut 'n friends di dalam pantai. Apalagi anginnya, hedeh...sepoi-sepoi. Udah gitu, gw masih inget waktu ke pantai, ada yang buat party di pantai. Ini pertama kali gw lihat ada public party. Hahahaha. Setelah dari pantai akhirnya kita kembali ke rumah naik taksi. Taksi di sana beda banget sama taksi yang ada di Indo. Selain mahalnya biaya taksi, well...taksinya sendiri pun gak terurus sepertinya. Tapi enaknya dia gak pake tarif argo kayak di Indo.Di sepanjang pantai lo juga bisa lihat" orang-orang pada ngumpul sembari bakar-bakar ikan juga. Mantap...
Yang bikin gw kaget lagi, ternyata di sana banyak banget orang Cina, Filipina, Indonesia. Orang-orang inilah yang berjualan di sana. Gw sempet jalan" ke toko" buat belanja keperluan acara baptis Uga. Gw juga inget sempet mampir ke pabrik roti dan di sana kita bisa beli roti yang fresh from the oven. Rasanya gimana gitu. Momen yang paling gw gak bisa lupain adalah ketika gw pergi plaza. Saat mau masuk supermarket-nya entah kenapa gw gak merasa asing dengan lagunya. Suaranya waktu itu kecil banget, hampir nyaris gak kedengeran. Gw pun akhirnya coba pasang kuping. And guess what? Lagu yang diputer adalah lagu "I Like You The Best" punya BEAST!!!! Gw langsung shock! Gw ampe mikir lagi gw lagi gak di salah tempat. Ternyata ke mana pun aku pergi, BEAST memang selalu menyertai. Hahahaha...
Akhirnya, baptisan Uga pun berlangsung di gereja Motael, gereja tempat gw dulu juga dibaptis dan juga tempay bokap 'n nyokap gw nikah. Selesai pembaptisan, tadinya ada rencana mau pergi ke Christo Rei. Apa itu? Christo Rei adalah sebuah patung Yesus yang berukuran besar. Selain di Timor Leste, ada juga di Portugal dan Brazil. Tapi, karena hari udah malem, yah akhirnya gak jadi. Esok harinya pun ada pesta dan gw diharuskan berdansa padahal gw gak bisa. Udah gitu gw baru pertama kali liat orang mabuk di pesta buat Uga itu. Lucu juga ternyata. Hahaha...
Gw juga sempet ke Liquica, tempat di mana Tante Ana punya restoran. Kita pun diundang buat lihat. Sepanjang perjalanan, yang bisa lo lihat adalah pantai dengan laut yang berwarna biru. Anginnya mantap banget dan di sana juga ada tempat pembuatan garam. Sesampainya di tempat Tante Ana, gw pun terpakau dengan restorannya yang sangat dekat dengan pantai.
Kita pun makan di sana. Tante Ana jual pizza sama suaminya. Pizza-nya juga lumayan untuk disantap. Di hari terakhir, saat-saat gw udah mau balik ke Indonesia. Gw mulai foto-foto orang-orang yang belum sempet gw foto.
Momen" gw udah mau naik pesawat jadi agak sedih juga. Om Leo dan Tante Dulce udah baik banget mau kasih kita tempat buat nginep. Gw inget banget waktu gw di duduk di samping jendela, gw mulai mikir kembali momen" gw main sama Uga, main Black Jack bareng Valde, Riri, Telu sama Jenny dengan hukuman dipoles bedak kalo kalah. Duduk" di bawah pohon rindang di depan rumah Om Leo, main bareng Eiten, anjingnya Om Leo. Well, I'll be back for sure....soon.
Perjalanan dari Indonesia ke Timor kira" 4 jam dengan transit di Bali. Kebetulan gw duduk deket jendela jadi gw bisa lihat-lihat pemandangan. Waktu perjalanan ke Timor, gw bisa lihat perubahan pulau yang tadinya berwarna hijau menjadi warna coklat. Timor Leste kayaknya negara yang panas banget nih. Detik-detik gw turun dari pesawat juga bikin gw deg"an. Yah, mungkin karena pertama kali. Hahahah. Waktu gw turun, gw bisa ngerasain panas dan teriknya matahari. Bujud! Panas bener. Cuman lo bisa ngerasain angin di situ, beda sama Tangerang. Hedeh...
Hal mengagetkan pertama kali ketika gw udah berada di mobil bersama Om Leo, Om Ze dan Tante Dulce adalah jarak dar airport ke rumah Om Leo yang sangat dekat. Dan herannya lagi bukan karena rumahnya yg deket, tp emang ke mana" deket. Buset dah..hahahaha. Sampai di rumah Om Leo, gw bertemu dengan semua anaknya. Ada Uga, Jenny, Riri sama Aze.
![]() | |||||||||||
| Uga, Riri dan Jenny |
![]() | ||
| Rumah Gw |
Itu baru namanya pantai! GILA! Jauh banget sama Carita ama Anyer...Well, kira-kira begitulah. Rasanya udah lama gak liburan ke pantai, mulai lagi jadi anak kecil yang ngumpulin kerang, maen air ampe puas. Gw masih inget banget rasanya nginjakkin kaki di pasir yang hangat itu...(malah jadi puitis) Lo bisa lihat rumput laut 'n friends di dalam pantai. Apalagi anginnya, hedeh...sepoi-sepoi. Udah gitu, gw masih inget waktu ke pantai, ada yang buat party di pantai. Ini pertama kali gw lihat ada public party. Hahahaha. Setelah dari pantai akhirnya kita kembali ke rumah naik taksi. Taksi di sana beda banget sama taksi yang ada di Indo. Selain mahalnya biaya taksi, well...taksinya sendiri pun gak terurus sepertinya. Tapi enaknya dia gak pake tarif argo kayak di Indo.Di sepanjang pantai lo juga bisa lihat" orang-orang pada ngumpul sembari bakar-bakar ikan juga. Mantap...Yang bikin gw kaget lagi, ternyata di sana banyak banget orang Cina, Filipina, Indonesia. Orang-orang inilah yang berjualan di sana. Gw sempet jalan" ke toko" buat belanja keperluan acara baptis Uga. Gw juga inget sempet mampir ke pabrik roti dan di sana kita bisa beli roti yang fresh from the oven. Rasanya gimana gitu. Momen yang paling gw gak bisa lupain adalah ketika gw pergi plaza. Saat mau masuk supermarket-nya entah kenapa gw gak merasa asing dengan lagunya. Suaranya waktu itu kecil banget, hampir nyaris gak kedengeran. Gw pun akhirnya coba pasang kuping. And guess what? Lagu yang diputer adalah lagu "I Like You The Best" punya BEAST!!!! Gw langsung shock! Gw ampe mikir lagi gw lagi gak di salah tempat. Ternyata ke mana pun aku pergi, BEAST memang selalu menyertai. Hahahaha...
Akhirnya, baptisan Uga pun berlangsung di gereja Motael, gereja tempat gw dulu juga dibaptis dan juga tempay bokap 'n nyokap gw nikah. Selesai pembaptisan, tadinya ada rencana mau pergi ke Christo Rei. Apa itu? Christo Rei adalah sebuah patung Yesus yang berukuran besar. Selain di Timor Leste, ada juga di Portugal dan Brazil. Tapi, karena hari udah malem, yah akhirnya gak jadi. Esok harinya pun ada pesta dan gw diharuskan berdansa padahal gw gak bisa. Udah gitu gw baru pertama kali liat orang mabuk di pesta buat Uga itu. Lucu juga ternyata. Hahaha...
Gw juga sempet ke Liquica, tempat di mana Tante Ana punya restoran. Kita pun diundang buat lihat. Sepanjang perjalanan, yang bisa lo lihat adalah pantai dengan laut yang berwarna biru. Anginnya mantap banget dan di sana juga ada tempat pembuatan garam. Sesampainya di tempat Tante Ana, gw pun terpakau dengan restorannya yang sangat dekat dengan pantai.
Kita pun makan di sana. Tante Ana jual pizza sama suaminya. Pizza-nya juga lumayan untuk disantap. Di hari terakhir, saat-saat gw udah mau balik ke Indonesia. Gw mulai foto-foto orang-orang yang belum sempet gw foto.
![]() | |||
| Om Denis |
![]() | |
| Valde, Uga, Julio |
![]() | |
| Telu, Uga, Julio |
![]() | |
| Aze |
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi
Senin, 13 Agustus 2012
Sabtu, 26 Mei 2012
Giliran Tami dan Nabilah
Yap, setelah mengalami pengalaman mission impossible untuk ulang tahun Cinthya, akhirnya tibalah waktu untuk memikirkan siasat bagi kedua pipiers yang berulang tahun di bulan yang sama, Tami 'n Nabs. Kalau punya Cinthya aja udah pusing bukan maen, punya mereka...makin pusing lagi. Rasanya ingin menangis dan menjerit? Bener banget!
Pokoknya menghabiskan energi fisik dan mental. Mungkin waktu itu mereka gak terlalu banyak bicara ama gw, Cinthya sama Gemmy karena emang kalian berdua ulang tahun pada bulan yang sama! Maap ya, tapi demi kelancaran surprise kalian, kami berbuat seperti ini.
SURPRISE TAMI
SURPRISE TAMI
Karena Tami berulang tahun duluan, kita semua udah mulai pusing pikirin hadiah buat Tami. Setelah berunding akhirnya kita setuju dengan usul Gemmy untuk ngasih karikatur Tami. Untungnya Tami adalah orang yang terbuka jadi dia senang banget kalo kita dengerin curhatnya. Kita tahu apa yang dia suka, apa yang dia gak suka bahkan sampai kriteria cowoknya. (Ayo cowo yang berjambang, pintu dorm terbuka untukmu)
Gw inget banget waktu Tami pengen banget kita ikut seminar Gustav. Yah, jelaslah karena dia panitia. Momen" ini adalah momen yang penting. Kenapa? Karena walau pi family hanya terhubung dengan pipi. tapi kita punya maksud yang sama. Yap, biar kita bisa bareng Tami lebih lama pada hari Jumat. Namun, pada faktanya karena kita KP, kita semua berharap untuk memberi surprise Tami sesudah KP dan Cinthya mulai kelabakan karena dia yang harus ngurus acara Gustav bareng Majes.
Gw juga inget sehari sebelum ultah Tami, gw, Nabs 'n Gemmy beli kue kebangsaan dan tak lupa paper bag. Lucunya pada malam harinya, Gemmy BBM kita semua kalo hadiahnya gak muat di paper bagnya. Alhasil, terjerat dengan waktu yang sempit, Gemmy pun gak ambil pusing dengan membawa tas lebih besar pada keesokan harinya.Kita semua udah bingung alasan apa untuk membawa Tami ke taman kebangsaan kita. Akhirnya gw mulai mendekati Tami waktu sudah turun ke lantai satu.
"Tam, kita ke sana yuk!" (sambil nunjuk taman kebangsaan)
"Mang mau ngapain, Zer?"
Gw pun mencoba untuk brainstorming dan berharap pelajaran Pak Ari memberikan sesuatu pada otak gw. Meanwhile, Gemmy, Nabs 'n Cinthya plus Majes udah mulai kelabakan mengeluarkan semua keperluan di belakang.
"Ah! Kamu mau ramala aku ya, Zer?"
(Gw hening sebentar kemudian nyengir kuda) "Ah, Tami tau aja deh. Gak seru nih...Hahahaha"
"Aduh, aku terharu banget, Zer. Soalnya kemaren aku mimpi kamu bakal ramal aku hari ini, ternyata benar toh."
Dalam hati gw untung lo orang yang polos Tam dan dibalik nyengir gw, gw baru saja menambah satu dosa lagi. Ampunilah hambamu ini, Bapa. Akhirnya, surprise pun dilaksanakan. Walaupun Tami sedikit cemberut gak diramal, tapi dia senang dengan kado kita. Majes pun jadi fotografer dadakan. Gak lama kemudian, Cinthya dan Majes langsung menuju lantai 6 karena waktu yang sangat mepet. Well, what a surprise...
SURPRISE NABILAH
Kalo surprise Nabilah adalah surprise yang paling fantastis yang pernah gw buat bersama pifam lain. Fantastis...pusingnya.Jarak ultah Tami dan Nabs hanya beda 10 hari. Akhirnya, gw, Cinthya 'n Gemmy lagi" mencoba untuk mencari hadiah yang menarik. Setelah mengadakan rapat di SMS, SS bahkan di kampus, akhirnya kita sepakat buat scrapbook dalam bentuk photo album mengenai fakta yang kita ketahui tentang Nabs selama kita di pifam. Kita mencoba membuat 19 fakta yang kita tahu karena Nabs ultah yang ke-19. Kita semua mengira mudah untuk mencari fakta Nabs dan ternyata kita salah besar. Dari 19 fakta yang harusnya terkumpul, pada awalnya hanya 9.
Kita semua mulai kelabakan. Beda dengan Tami yang ceria bagaikan matahari, Nabs adalah orang yang misterius dan susah ditebak. (asik bahasa gw) Kita pun akhirnya harus memancing Nabs untuk menyebutkan sesuatu yang kita gak tahu. Gemmy sangat berperan penting dalam kelangsungan hadiah ini. Nabs emang gak bisa lepas bentar aja dari Gemmy. Emang kembar sih susah...hahahah.
Setelah terkumpul 19 fakta, maka mulailah kita untuk membuat scrap book tersebut. Pada hari itu, Cinthya gak bisa membantu karena dia disekap di function hall untuk urusin acara penutupan ComFest. Tami hanya sempat datang untuk melihat dan memberi ide kemudian pergi lagi. Sibuknya mereka. Akhirnya, gw dan Gemmy memulai untuk membuat. Gemmy paling niat bawa spidol dan alat hias lainnya. Dia sangat sayang sama Nabs kayaknya. Lumayan juga ada sekitar 2 ampe 3 jam kita buat hadiah Nabs dengan hasil satu buah scrapbook, pinggang mau patah dan perut keroncongan karena kurang asupan.
Pas hari Senen, kita pun langsung ke taman kebangsaan dan itu adalah surprise terbodoh yang pernah gw lakuin. Setelah Nabs masuk WC, gw, Cinthya langsung ke taman buat nyalain lilin. Kue kebangsaan yang udah dibeli Tami, ternyata penyek dan lilinya gak mau nyala terus. Ada kali gw sampe 5 batang korek api, dan tidak berhasil menyalakan. Bodohnya lagi, lilin tidak menyala sampai kita akhirnya sadar Nabs sudah ada di belakang kita. Sumpah gw malu banget. Gw ama Cinthya cuman bisa ngakak. Nabs juga cuman bisa ketawa lihat surprise yg udah ketahuan. Sumpah...
Hahahahaha, walaupun perjuangannya butuh waktu panjang, tapi untungnya kalian berdua senang dengan surprise kita (mungkin). Happy birthday sekali lagi buat Tami dan Nabs! Makin berpipi dan sayang sama kita semua ya!
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi,
sahabat
Sabtu, 21 April 2012
Gara-Gara Cinthya Tania
Belom lama ini, seorang dari anggota Pi Family baru saja diberikan sebuah surprise karena dia berulang tahun. Yap, Cinthya Tania, cewek yang selalu sibuk dengan poninya ini baru saja bertambah tua di umur ke-19. Hahahaha. Gw jadi inget perjalanan gw, Tami, Nabilah 'n Gemmy demi persiapin surprise dia. Mulai dari si surat kaleng yang malah membuat air mata dan kemarahan bercampur aduk, sampai akhirnya video yang harus dibuat diem" layaknya mata-mata. Huh...Ini semua gara-gara Cinthya Tania. Wkwkwkkw....
Gw inget banget perjuangan buat dapetin smua artis kita yang masuk dalam video itu. Yang paling lucu adalah ketika gw lagi rekam video dari Bella 'n Stephanie. Saat itu Cinthya juga berada di lantai yang sama dan otomatis Tami langsung menjadi mata-mata. Berasa Mission Impossible gak kalah sama Tom Cruise. Bayangkan untuk turun ke lantai satu aja dari lantai 2, gw dan Tami menggunakan lift. Astaga. Hahahaha.
Belom selesai video, kita udah mulai pusing dengan kado dia. Gw inget dia pernah bilang pengen teddy bear yang gede. Well, karena kita kere jadi alhasil kita berpikir untuk membeli teddy bear yang ukurannya lebih kecil. Gw, Gemmy dan Nabilah ampe harus berakting sedemikian rupa untuk membuat dia mengeluarkan kalimat "Eh, yang ini lucu yah" Tapi, karena kita sudah membuat video, akhirnya kita gak jadi ngasih dia teddy bear.
Belom lagi urusan kue. Gw bersama Pi Fam menuju Teras Kota sekalian nonton bersama Erwanto, Jessy dan Billy. Sebelumnya gw pun juga harus berakting untuk mengetahui warna favorit dia, dan kebetulan di sana ada cupcake berwarna ungu kebiruan. Sayangnya hanya satu, kita merasa kurang pantas. Setelah muter", guess what? Kita beli kue ultah dia di SMS. Sumpah...
Belom lagi begonya kita ketika diminta nama twitter kita untuk dimention sama Billy karena kita lagi di Teras Kota buat nonton. Jessy pun melihat tweet dari Cinthya. Ada emoticon sedih dan kita semua langsung "ngeh" kalo kita sempet ngibul sebelumnya ke Cinthya kalo kita langsung pulang setelah UTS.
Untungnya gw dan Tami gak menjawab. Hahahah. Belom pengerjaan video yang memakan banyak waktu. Gw ampe subuh ngerjain videonya. Blom gw harus download video" YongHwa yang gak banget. Mending download Gi Kwang ke mana" deh.
Hahahahah. Blom lagi yang paling parah adalah mencari alamat rumah Cinthya. Dengan hanya bermodalkan kitab suci Tarki (baca: buku tahunan), gw dengan pede menulis alamat rumah Cinthya di kertas dan pergi bersama Pi Fam menuju rumahnya. Setelah melewati rintangan yang agak menyulitkan, kita sampai di Nusa Loka blom di rumahya tapi. Dengan polosnya Gemmy bertanya, "Rumahnya di jalan apa, Jer?" Gw pun menjawab "Jalan Madura". Jalan yang pertama dilihat adalah Jalan Sumatera kalo gak salah. Gw pun dengan polosnya menjawab, "Kita terus aja Gem".
Gemmy: Mang u tau jalannya?
Gw : Gak, menurut analisis gw (sok kayak Tami), Madura sama Sumatra kan jauh tuh. Berarti kita harus cari Jalan Jawa.
Gemmy: ...........(Diem sejenak) Kayaknya bener juga kata lo, Jer.
Yah, dengan bermodalkan pengetahuan yang didapat ketika SMP dan SMA, kita pun mencari jalan Madura. Setelah sampai di Jalan Madura, kita mencoba dan melihat nomornya. Lucunya ada rumah dengan nomor yang sama. Tami mulai bingung. "Jer, yang ini rumahnya dijual. Tuh, ada papannya." Nabilah di sebelah kiri juga gak mau kalah, "Jer, yang ini rumahnya kosong. Gak ada tanda" kehidupan" Saat itu, gw merasa terkucil karena merasa kehilangan kepercayaan dari teman" gw (lebay) dan Gemmy langsung menyuruhku untuk mencoba menelepon telepon rumahnya. Gw pun langsung telepon 911 (baca: rumah) untuk meminta ade gw melihat di buku tahunan gw.
Setelah telpon, untungnya yang mengangkat adalah Mama Cinthya karena ternyata itu bukan telepon rumah tapi telepon flexi yang bisa dibawa ke mana". Gw pun langsung bertanya apakah Jalan Madura adalah jalan yang benar. "Oh, Kita udah pindah dari setahun yang lalu, Zer". Dalam benak gw langsung ada suara Ayu Ting-Ting, Ke mana....Ke mana~". Oh, man! Ini adalah ALAMAT PALSU!!
Gw dan Pi Fam pun langsung bergegas menuju alamat yang diberikan si tante. Kita benar" seperti di Mission Impossible, bertarung dengan waktu. Siapa duluan yang akan sampai di rumah Cinthya, kita atau Jimmy, supir Cinthya. Untungnya kita sampai duluan dan langsung bersiap" untuk surprise dibantu Mama Cinthya dan Yunis. Bahkan, sampai untuk menyalakan lilin aja pake gladi bersih di kamar Cinthya yang gelap saat itu karena untuk surprise.
Ini semua demi lo, Cin! Hahahaha. Ini semua gara" lo yang sudah menjadi teman baik kita selama di kampus.Hahahaha. Terharu kan? Siapa dulu, Pi Fam gitu. Siapa yang bisa calling Yong Hwa untuk kasih testimoni? Only me! Siapa yang bisa ngundang banyak artis yang lo gak tahu? Only Gemmy! Siapa yang bisa menjadi mata-mata paling sempurna? Only Tami! Siapa yang paling bisa membuat alibi terbaik yang lo gak pernah kira? Only Nabilah! Siapa yang menyayangi lo sebagai sahabat dan menerima lo adalah miss "pengurus poni"? Tentu saja, Pi Fam salah satunya. Jadi, tetap menjadi sahabat kita dan jangan pernah bosan yah! Heheheh. Love u girl, and once more, Happy Birthday!
The Birthday Girl, Cinthya Tania
Gw inget banget, Pi Fam merundingkan strateginya waktu dia lagi presentasi PTK. Udah gitu kebetulan banget pas hari Senen dia gak bisa masuk ke kampus karena ada urusan keluarga. Kita semua yang ingin kasih surat kaleng dan dengan kekeuh udah mulai buat pas bulan Maret, malah membuat masalah buat Pi Fam. Hahahahah. Cinthya nganggep surat itu cuman lelucon dari Gemmy dan lucunya setelah dia tanya gw dan gw bilang kalo itu dari orang lain, dia percaya. Dia percaya saudara-saudara!! Padahal dia bilang sebelumnya, "Gw soalna udah pernah buat surat kaleng juga buat surprise ulang tahun temen gw". Gw yang baca message dia hari itu otomatis ketawa akan kepolosan teman gw yang satu ini. Cuman karena ngambek antara Gemmy dan Cinthya, kita semua mencoba mengubah strategi untuk buat video "100 ucapan Happy Birthday Cinthya Tania" (Yah, walaupun akhirnya cuman bisa terkumpul kira" 40 orang sih). Tapi, lagi" ini gara" ulang tahun dia yang berada setelah UTS selesai. Kita jadi gak ada waktu. Hahahha.
Belom selesai video, kita udah mulai pusing dengan kado dia. Gw inget dia pernah bilang pengen teddy bear yang gede. Well, karena kita kere jadi alhasil kita berpikir untuk membeli teddy bear yang ukurannya lebih kecil. Gw, Gemmy dan Nabilah ampe harus berakting sedemikian rupa untuk membuat dia mengeluarkan kalimat "Eh, yang ini lucu yah" Tapi, karena kita sudah membuat video, akhirnya kita gak jadi ngasih dia teddy bear.
Belom lagi urusan kue. Gw bersama Pi Fam menuju Teras Kota sekalian nonton bersama Erwanto, Jessy dan Billy. Sebelumnya gw pun juga harus berakting untuk mengetahui warna favorit dia, dan kebetulan di sana ada cupcake berwarna ungu kebiruan. Sayangnya hanya satu, kita merasa kurang pantas. Setelah muter", guess what? Kita beli kue ultah dia di SMS. Sumpah...
Gemmy: Mang u tau jalannya?
Gw : Gak, menurut analisis gw (sok kayak Tami), Madura sama Sumatra kan jauh tuh. Berarti kita harus cari Jalan Jawa.
Gemmy: ...........(Diem sejenak) Kayaknya bener juga kata lo, Jer.
Yah, dengan bermodalkan pengetahuan yang didapat ketika SMP dan SMA, kita pun mencari jalan Madura. Setelah sampai di Jalan Madura, kita mencoba dan melihat nomornya. Lucunya ada rumah dengan nomor yang sama. Tami mulai bingung. "Jer, yang ini rumahnya dijual. Tuh, ada papannya." Nabilah di sebelah kiri juga gak mau kalah, "Jer, yang ini rumahnya kosong. Gak ada tanda" kehidupan" Saat itu, gw merasa terkucil karena merasa kehilangan kepercayaan dari teman" gw (lebay) dan Gemmy langsung menyuruhku untuk mencoba menelepon telepon rumahnya. Gw pun langsung telepon 911 (baca: rumah) untuk meminta ade gw melihat di buku tahunan gw.
Setelah telpon, untungnya yang mengangkat adalah Mama Cinthya karena ternyata itu bukan telepon rumah tapi telepon flexi yang bisa dibawa ke mana". Gw pun langsung bertanya apakah Jalan Madura adalah jalan yang benar. "Oh, Kita udah pindah dari setahun yang lalu, Zer". Dalam benak gw langsung ada suara Ayu Ting-Ting, Ke mana....Ke mana~". Oh, man! Ini adalah ALAMAT PALSU!!
Ini semua demi lo, Cin! Hahahaha. Ini semua gara" lo yang sudah menjadi teman baik kita selama di kampus.Hahahaha. Terharu kan? Siapa dulu, Pi Fam gitu. Siapa yang bisa calling Yong Hwa untuk kasih testimoni? Only me! Siapa yang bisa ngundang banyak artis yang lo gak tahu? Only Gemmy! Siapa yang bisa menjadi mata-mata paling sempurna? Only Tami! Siapa yang paling bisa membuat alibi terbaik yang lo gak pernah kira? Only Nabilah! Siapa yang menyayangi lo sebagai sahabat dan menerima lo adalah miss "pengurus poni"? Tentu saja, Pi Fam salah satunya. Jadi, tetap menjadi sahabat kita dan jangan pernah bosan yah! Heheheh. Love u girl, and once more, Happy Birthday!
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi,
sahabat
Sabtu, 07 April 2012
Detik-Detik Beautiful Show Indonesia (Part 3)
Gw akhirnya masuk ke dalam stage dan mencari nomor tempat duduk gw. Sialnya walaupun diamond, gw ga dapet di bagian pertama. Jadi, gw paling depan di bagian ke-2. Oh well, bisa di depan aja udah bagus. Gw pun dapet tempat duduk di ujung karena emang nomor 1. Gw pun berpisah dengan Sasha dan Mellinda. Gw berharap smoga gw bisa dapet temen yang asik di sebelah gw. Dan ternyata Tuhan memang mendengarkan doa gw. Bukan yang asik lagi dikasih, tapi seiman sama gw. Ada Janet, Anabelle dan Magda. Awalnya gw kenalan sama mereka bertiga dan gak nyangka ternyata mereka baru berumur 12 tahun.
Janet freak JunHyung, Anabelle freak Yoseob dan Magda freak GiKwang kayak gw. Apa aja yg kita lakukan sebelum konser dimulai? Bercerita tentang Beast pastinya dan bernyanyi lagu Beast yg diputar sebelum konser.

Dari atas gw melihat hal seru di mana, para pembeli tiket festival harus bertempur satu sama lain, berlari sana sini. Karena dalam festival, prinsipnya siapa cepat dia dapat. Jadi apa yang akan terjadi buat yg ga dapet di depan? Yah di tengah dan hanya berpasrah dengan nasibnya. Setelah semua memasuki panggung, tempat festival ditutup dan memang...itu medan perang! Buat yang ditengah gw berharap gak kehabisan oksigen.
Akhirnya saat itu tiba dan lampu dalam ruangan mulai dimatikan dan teaser Beast mulai keluar. Gw dan yang lainnya mulai teriak histeris!!! Rasanya gak percaya gw bakal ngliat mereka live secara langsung!!
Beast pun keluar dan membuka dengan lagu Special. Seluruh penonton teriak tiada henti ketika mereka semua keluar. Sumpah rusuh banget!! Menurut Erika, yg bronze pun gak kalah liar. Mereka loncat" ampe ada lighting man yang bingung karena lampunya goyang" gak karuan. Hahahah.
Gw dan yang lain langsung berdiri gak peduli kita duduk di barisan Diamond sekalipun. Janet teriak nama JunHyung terus menerus! Begitu juga Anabelle dan Magda. Gw jg gak mau kalah tentunya. GiKwang!!!!!!
Gw masih gak percaya mereka orang asli di atas panggung. Gw melihat baik-baik dan untungnya kaki mereka napak di panggung. Kalo gak kan horror jadinya. Heheheh. Gw langsung foto sebanyak mungkin yang gw bisa. Padahal baru pembukaan. Hahahaha. Setelah lagu selesai, DoJoon mulai menyapa kita dan berkata "Apa kabar, Indonesia?" Kita semua otomatis teriak. Mereka diem aja teriak apalagi ngomong. Hahahaha. Ini mungkin yang dinamakan fans sejati ya. Hahahah. Gw hanya inget kata-kata GiKwang, "Are you ready, Indonesia?" Kami semua berteriak. "Kurang keras", katanya dengan logat Korea yang sangat kental. Kami pun berteriak lagi dan dia pun menjawab, "Bagus". Astaga, GiKwang... BAWA AKU!!
Konser pun tetap berjalan. Mereka keren banget!! Gak hanya keren, tapi juga konyol di panggung. Interaksi juga dengan fans. Gila, gw gila!!! Tetapi ada satu momen di mana, para wanita menangis!! Please deh! Momen The lucky girl! Anjjrrrriiittttt!! Itu pertama kalinya gw bete abis dan bener-bener jealous! Bayangkan apa yang mereka lakukan! Hedeh...Gi Kwang ampe nyium pipi si cewek, Dojoon kasih teddy bear, Yoseob kasih jaketnya..beh. Pada nangis semua termasuk temen gw Erika. Bener" deh..Iri abis!!!
Pasti semua b2uty udah pengen beli yang festival aja hahahaha. Yah, minimal gw ude hi-5 lah ya. Look at the bright side aja. Hahahaha. Menurit gw momen buat gw yang paling menarik adalah waktu lagu V.I.U mereka nyanyiin. Beh, Dojoon sempet nyapa daerah gw karena emang daerah Diamond depan gak terlalu banyak diisi. Lumayanlah, hahahah. Dojoon juga ampe minta difoto ama Diamond depan. Dojoon sempet suruh kita semua loncat" dan kita layaknya dihipnotis, loncat aja. Dongwoon untungnya juga ke daerah gw. Malah tinggi banget. Keren. Dongwoon sempet ngedipin matanya ke arah gw sama temen" gw. Beh, asik dah! Rasanya melayang. Tapi yang jadi masalah GiKwang malah ke arah kanan, gw padahal di kiri. Huhuhuhu. Apalagi GiKwang sempet lempar bajunya ke yg daerah kanan. Minimal gw harus mendapat sesuatu dari dia juga. Ternyata doa gw terkabul. GiKwang ke arah kiri dan sempat menyapa daerah kita. Gw inget banget waktu ada lirik yg " I love you, you, you..."' Gi Kwang sempet nyanyi sambil nunjuk kita satu persatu. Beh! Dia tau gak sih, kalo dia yang nunjuk kita semua bisa pingsan di tempat. Ckckckck. Sesuatu banget.
Yang gw lucu lagi, ternyata baju beautiful show yang mereka pake, sama ama yg gw beli! Aduh, rasanya pengen nangis dan terharu banget! Hahahah. Buat kalian yang pengen nonton konser, ternyata emang harus prepare banget mulai dari baterai handphone, memori handphone, kamera dan lain-lain. Handphone gw aja mulai lowbat waktu itu, belum hapus memori lagi. Sumpah bodoh banget. Hahahah.
Secara keseluruhan, Beast emang nomor satu bagi gw. Mereka emang bisa nyanyi, dance, asli mereka ganteng semua, terus konyol dan mau melayani fans mereka. Setelah pulang, gw, Erika dan Widya hanya bisa nyengir gak jelas. Rasanya kayak masih gak percaya. Pikiran kita udah gak jelas. Sumpah. Erika ampe lupa jalan menuju rumahnya. Gw gak bisa tidur seminggu. Gila!! Gw berharap banget Beast bisa datang lagi. B2st is the Best!!




Dari atas gw melihat hal seru di mana, para pembeli tiket festival harus bertempur satu sama lain, berlari sana sini. Karena dalam festival, prinsipnya siapa cepat dia dapat. Jadi apa yang akan terjadi buat yg ga dapet di depan? Yah di tengah dan hanya berpasrah dengan nasibnya. Setelah semua memasuki panggung, tempat festival ditutup dan memang...itu medan perang! Buat yang ditengah gw berharap gak kehabisan oksigen.
Akhirnya saat itu tiba dan lampu dalam ruangan mulai dimatikan dan teaser Beast mulai keluar. Gw dan yang lainnya mulai teriak histeris!!! Rasanya gak percaya gw bakal ngliat mereka live secara langsung!!
Beast pun keluar dan membuka dengan lagu Special. Seluruh penonton teriak tiada henti ketika mereka semua keluar. Sumpah rusuh banget!! Menurut Erika, yg bronze pun gak kalah liar. Mereka loncat" ampe ada lighting man yang bingung karena lampunya goyang" gak karuan. Hahahah.
Gw dan yang lain langsung berdiri gak peduli kita duduk di barisan Diamond sekalipun. Janet teriak nama JunHyung terus menerus! Begitu juga Anabelle dan Magda. Gw jg gak mau kalah tentunya. GiKwang!!!!!!
Yang gw lucu lagi, ternyata baju beautiful show yang mereka pake, sama ama yg gw beli! Aduh, rasanya pengen nangis dan terharu banget! Hahahah. Buat kalian yang pengen nonton konser, ternyata emang harus prepare banget mulai dari baterai handphone, memori handphone, kamera dan lain-lain. Handphone gw aja mulai lowbat waktu itu, belum hapus memori lagi. Sumpah bodoh banget. Hahahah.
Secara keseluruhan, Beast emang nomor satu bagi gw. Mereka emang bisa nyanyi, dance, asli mereka ganteng semua, terus konyol dan mau melayani fans mereka. Setelah pulang, gw, Erika dan Widya hanya bisa nyengir gak jelas. Rasanya kayak masih gak percaya. Pikiran kita udah gak jelas. Sumpah. Erika ampe lupa jalan menuju rumahnya. Gw gak bisa tidur seminggu. Gila!! Gw berharap banget Beast bisa datang lagi. B2st is the Best!!



Label:
beast,
komedi,
korea,
Pengalaman pribadi
Sabtu, 31 Maret 2012
Thanks For Coming to Indonesia, BEAST!!
Silahkan dilihat...
Label:
Corat-coret,
komedi,
korea,
Pengalaman pribadi
Kamis, 22 Maret 2012
Detik-Detik Beautiful Show Indonesia (Part 2)
Pintu lift akhirnya terbuka dan gw bisa liat banyak banget yang udh duduk menanti Beast. Lucu juga melihat ada orang yang seiman dengan kita. Gw yang sendirian mulai mencari-cari teman. Akhirnya ada 2 orang di sebelah kanan gw dan gw langsung pasang senyum dan mengajak kenalan. Bodohnya gw lupa nama kedua anak itu, yang gw inget adalah Sasha yang berasal dari Singapura dan bela-belain buat nonton Beast. Astaga!Karena dia sendirian juga, entah kenapa kita berdua lebih deket. Akhirnya kita heboh cerita tentang Beast sampai akhirnya ada satu anak di belakang gw yang gw ajak kenal juga. Namanya Mellinda. Si fans berat Yoseob ini, udah gak sabar banget pengen ketemu sama idolanya bahkan ude mulai mikir apa yang bakal dia bilang kalo ketemu nanti. "Gw harus bilang, Yoseob, saranghae~", katanya dengan berapi-api. Tiba-tiba antrian mulai maju dan jujur gw mulai deg"an walaupun belum apa-apa. Sesampainya di lantai 8, gw, Sasha 'n Mellinda langsung menunjukkan tiket untuk masuk ke dalam ruang tunggu. Di ruang tinggu itu kita bisa ambil minum sepuasnya dan bisa foto-foto deket banner Beast yang gede banget. Gw, Sasha 'n Mellinda otomatis gak mau ketinggalan buat foto-foto.
Blom puas foto deket Gi Kwang, gw juga harus foto deket JunHyung donk... This is once in a lifetime, man!
Seteleh puas foto di photobooth, kita bertiga mulai duduk dan mulai mengantri di tempat bertuliskan Diamond. Kita bertiga juga sempet kenalan sama Chelsea. Entah kenapa gw mulai gugup. Tiba-tiba datang seorang laki-laki berambut pendek ala Korea dengan kemeja putih dan celana pendek. Dari mukanya aja gw yakin banget dia orang Cube. Dan ternyata gw bener. Ada kartu "All Acess Area". Astaga itu baru orang Cube, lho..ckckckckc. Melinda sama Sasha udah mulai ribut komentar si cowo ganteng. Belom sempet selesai komen, tiba-tiba lewatlah fotografer dengan poni lempar. Tinggi banget lagi. Mengingatkan gw akan seseorang...Tapi di mana? Gw inget lagi...dan triing! Pelayan di Singapur yang ganteng banget waktu gw liburan! Astaga, ganteng gila! Kita bertiga udh mulai bicarain dia. Herannya cewe" blom "bereaksi". Oh well...Setelah menunggu kira" 2 jam, pintu mulai terbuka dan kita udah si suruh baris. Cewe" udah pada mulai ribut. Gw langsung teringat kata-kata Sasha sebelumnya, "Kali ini bukan di kertas atau video, ini beneran skinship". Ingetnya entah kenapa bikin hati gw mau meledak. Gw akan ketemu Gi Kwang secara langsung! OMG! Kalo diinget lagi rasanya pengen lumer. Giliran gw masih dicekat sama security di depan. Melinda udah gak sabaran. Dia teriak terus di belakang gw. Gw hanya bisa senyum sama security. Hehehe.
Akhirnya barisan gw pun masuk, di dalam ruangan itu gelap hanya ada lighting untuk panggung. Mata gw mulai mencari, gw menengok ke kanan dan menemukan di kejauhan ada 6 orang laki-laki yang sedang berdiri dan sedang hi-5 bersama para cewek-cewek.
Mungkin yg ngebaca ini merasa apa banget deh gw. Tapi, emang itu kenyataanya. Mata gw kayak disihir ga bisa ngelirik ke tempat lain. Barisan gw mulai dekat dan urutannya udah kelihatan. Jujur gw hanya ngeliat Gi Kwang karena dia berada di urutan pertama. Gw masih sempet"nya mikir yang ada di sana gak nyata, mungkin mereka hanyalah robot. Semakin deket muka Gi Kwang makin jelas. Sumpah saat itu gw hanya bisa terpana. Gw beruntung banget dikagetin Melinda dari belakang. "Zer, ada Yoseob! ada Yoseob" Gw mulai berpikir gw td mau ngomong apa sebelumnya ke Gi Kwang. Tapi, karena barisan makin maju dan tibalah giliran gw. Bayangkan detik itu hanyalah milikmu seorang dengannya, dia melihat padamu. Puitis banget deh gw.
"Gi Kwang, fighting!" Gw akhirnya mengeluarkan suara dua. Sambil memberi tangannya dan dengan eyesmile khas dia, dia menjawab, "Yee~" Saat itu juga hati gw rasanya mau copot. Momen itu hanya berlangsung beberapa detik, tapi gw bersyukur Tuhan memberi gw akal budi sehingga gw bisa men-slowmotion-kan momen itu berulang kali. Aduh merinding. "Mba, cepetan ya" Para security udah mulai nyebelin, gw pun melanjutkan hi-5 gw. Jujur yang gw inget hanya muka Gi Kwang (of course), DoJoon karena senyumnya sumringah banget dan Yoseob karena dia di urutan terakhir. Gw sempet denger Melinda teriak ke Yoseob, "Yoseob, saranghae!" Dan Yoseob pun menjawab, "saranghae!!" Oke, gw speechles. Gw, Sasha dan Melinda hanya memandang telapak tangan kami. Herannya semua cewe yang keluar pun juga demikian. Tentunya sebelum kita keluar dari lantai 8, foto dulu dong...
Setelah gw turun dari lantai 8, gw mulai mencari Erika dan Widya. Sebelumnya Erika bilang akan menunggu di lantai 2. Jadi, gw dengan polosnya ke sana. Ternyata bukan hal mudah mencari 2 orang di dalam kerumunan banyak orang apalagi kalo emang mereka berdua gak ada di lantai 2. Ampe mati juga gak bakal ketemu. Gw mulai panik gak menemukan mereka di lantai 2, gw pun mulai mencoba menelepon Widya karena Erika waktu itu gak bawa hape (teropong aja inget..ckckckck) Akhirnya gw mencoba ke lantai dasar dan gak menemukan mereka di sana. Ada kali gw telpon Widya ampe 7 kali tapi gak diangkat. Gw pun kembali ke tempat sebelum gw, Sasha dan Mellinda berpisah. Untungnya Chelsea melihat gw dan ngobrol dengan gw. Setelah gw telpon skali lagi barulah Widya menjawab telpon. Ternyata mereka berada di lantai 3.
Setelah gw turun ke lantai 3, akhirnya gw menemukan mereka berdua sedang mengisi energi alias makan. Mata gw pun langsung tertuju pada baju "Beautiful Show" yang mereka berdua pake. Mereka ternyata lupa dengan gw dan membeli untuk mereka saja. Inikah yang dinamakan teman?! Grrr... Widya dan Erika langsung merasa bersalah dan akhirnya mulai mencari si "mba" penjual kaos. Setelah naik turun lift sampai 2 kali, akhirnya mata elang Widya melihat si "mba" tersebut sedang turun eskalator. "Itu si mba!" Dia dari atas lantai 3, teriak. "Mba!! Mba!!! Masih ada gak kaosnya?!" Bayangkan aja saat itu kita ditonton sribu umat gimana rasanya. Hahahaha. Si mba yg kaget pun menggangguk dan mengatakan tinggal 1. Gw pun lekas beli. Belum puas dengan baju, gw melihat name tag yang dipake Widya dan Erika. Name tag itu bertuliskan nama anggota Beast. Gw otomatis langsung pengen name tag Gi Kwang. Dan lagi, kita mulai berputar dan melakukan perjalanan kami. Setelah ngos"an, gw mulai sedih karena gak bertemu si penjual. Entah kenapa ketika gw belok kiri, Erika langsung "ngeh" bilang itu si mba penjual name tag. Gw pun langsung bertanya name tag Gi Kwang. "Wah, tinggal satu nih" Astaga. Bahagianya gw setelah mendapatkan yang terakhir. Dan lo semua tau? Ternyata dari tempat awal kami, kami tinggal belok kiri di belokan pertama. Di situlah tempat si penjual name tag. Sumpah deh...
Setelah mengisi energi juga, akhirnya Mellinda nanya gw ada di mana. Gw pun bilang ke Widya dan Erika kalo gw mau duluan. Setelah bertemu dengan Sasha dan Mellinda kita langsung antri di depan pintu masuk dan sudah bergabung juga dengan grup festival. Bisa"nya saat itu, gw ketemu Dina temen gw dari UMN. Dunia sempit ternyata. Hahahaha.
Sembari nunggu, munculah si fotografer tampan. Saat itu juga entah kenapa, radar para cewe mulai aktif dan teriaklah mereka. Lucunya si fotografer sempet bingung dan akhirnya dia memilih untuk stay cool. Hahahahaha. Kacau dah. Begitu juga waktu di kasih sejenis lighter, bagaikan ikan lagi di kasih makan. Kasian deh security ampe dikerumunin gtu. Akhirnya tibalah saat konser akan dimulai. Gw, Sasha dan Mellinda mulai deg"an lagi dan memang kita gak akan ada di satu baris. Apa yah yg bakal terjadi? Dan gimana konser Beast? Stay tuned...
Blom puas foto deket Gi Kwang, gw juga harus foto deket JunHyung donk... This is once in a lifetime, man!
Seteleh puas foto di photobooth, kita bertiga mulai duduk dan mulai mengantri di tempat bertuliskan Diamond. Kita bertiga juga sempet kenalan sama Chelsea. Entah kenapa gw mulai gugup. Tiba-tiba datang seorang laki-laki berambut pendek ala Korea dengan kemeja putih dan celana pendek. Dari mukanya aja gw yakin banget dia orang Cube. Dan ternyata gw bener. Ada kartu "All Acess Area". Astaga itu baru orang Cube, lho..ckckckckc. Melinda sama Sasha udah mulai ribut komentar si cowo ganteng. Belom sempet selesai komen, tiba-tiba lewatlah fotografer dengan poni lempar. Tinggi banget lagi. Mengingatkan gw akan seseorang...Tapi di mana? Gw inget lagi...dan triing! Pelayan di Singapur yang ganteng banget waktu gw liburan! Astaga, ganteng gila! Kita bertiga udh mulai bicarain dia. Herannya cewe" blom "bereaksi". Oh well...Setelah menunggu kira" 2 jam, pintu mulai terbuka dan kita udah si suruh baris. Cewe" udah pada mulai ribut. Gw langsung teringat kata-kata Sasha sebelumnya, "Kali ini bukan di kertas atau video, ini beneran skinship". Ingetnya entah kenapa bikin hati gw mau meledak. Gw akan ketemu Gi Kwang secara langsung! OMG! Kalo diinget lagi rasanya pengen lumer. Giliran gw masih dicekat sama security di depan. Melinda udah gak sabaran. Dia teriak terus di belakang gw. Gw hanya bisa senyum sama security. Hehehe.Akhirnya barisan gw pun masuk, di dalam ruangan itu gelap hanya ada lighting untuk panggung. Mata gw mulai mencari, gw menengok ke kanan dan menemukan di kejauhan ada 6 orang laki-laki yang sedang berdiri dan sedang hi-5 bersama para cewek-cewek.
"Gi Kwang, fighting!" Gw akhirnya mengeluarkan suara dua. Sambil memberi tangannya dan dengan eyesmile khas dia, dia menjawab, "Yee~" Saat itu juga hati gw rasanya mau copot. Momen itu hanya berlangsung beberapa detik, tapi gw bersyukur Tuhan memberi gw akal budi sehingga gw bisa men-slowmotion-kan momen itu berulang kali. Aduh merinding. "Mba, cepetan ya" Para security udah mulai nyebelin, gw pun melanjutkan hi-5 gw. Jujur yang gw inget hanya muka Gi Kwang (of course), DoJoon karena senyumnya sumringah banget dan Yoseob karena dia di urutan terakhir. Gw sempet denger Melinda teriak ke Yoseob, "Yoseob, saranghae!" Dan Yoseob pun menjawab, "saranghae!!" Oke, gw speechles. Gw, Sasha dan Melinda hanya memandang telapak tangan kami. Herannya semua cewe yang keluar pun juga demikian. Tentunya sebelum kita keluar dari lantai 8, foto dulu dong...
Setelah gw turun dari lantai 8, gw mulai mencari Erika dan Widya. Sebelumnya Erika bilang akan menunggu di lantai 2. Jadi, gw dengan polosnya ke sana. Ternyata bukan hal mudah mencari 2 orang di dalam kerumunan banyak orang apalagi kalo emang mereka berdua gak ada di lantai 2. Ampe mati juga gak bakal ketemu. Gw mulai panik gak menemukan mereka di lantai 2, gw pun mulai mencoba menelepon Widya karena Erika waktu itu gak bawa hape (teropong aja inget..ckckckck) Akhirnya gw mencoba ke lantai dasar dan gak menemukan mereka di sana. Ada kali gw telpon Widya ampe 7 kali tapi gak diangkat. Gw pun kembali ke tempat sebelum gw, Sasha dan Mellinda berpisah. Untungnya Chelsea melihat gw dan ngobrol dengan gw. Setelah gw telpon skali lagi barulah Widya menjawab telpon. Ternyata mereka berada di lantai 3.Setelah gw turun ke lantai 3, akhirnya gw menemukan mereka berdua sedang mengisi energi alias makan. Mata gw pun langsung tertuju pada baju "Beautiful Show" yang mereka berdua pake. Mereka ternyata lupa dengan gw dan membeli untuk mereka saja. Inikah yang dinamakan teman?! Grrr... Widya dan Erika langsung merasa bersalah dan akhirnya mulai mencari si "mba" penjual kaos. Setelah naik turun lift sampai 2 kali, akhirnya mata elang Widya melihat si "mba" tersebut sedang turun eskalator. "Itu si mba!" Dia dari atas lantai 3, teriak. "Mba!! Mba!!! Masih ada gak kaosnya?!" Bayangkan aja saat itu kita ditonton sribu umat gimana rasanya. Hahahaha. Si mba yg kaget pun menggangguk dan mengatakan tinggal 1. Gw pun lekas beli. Belum puas dengan baju, gw melihat name tag yang dipake Widya dan Erika. Name tag itu bertuliskan nama anggota Beast. Gw otomatis langsung pengen name tag Gi Kwang. Dan lagi, kita mulai berputar dan melakukan perjalanan kami. Setelah ngos"an, gw mulai sedih karena gak bertemu si penjual. Entah kenapa ketika gw belok kiri, Erika langsung "ngeh" bilang itu si mba penjual name tag. Gw pun langsung bertanya name tag Gi Kwang. "Wah, tinggal satu nih" Astaga. Bahagianya gw setelah mendapatkan yang terakhir. Dan lo semua tau? Ternyata dari tempat awal kami, kami tinggal belok kiri di belokan pertama. Di situlah tempat si penjual name tag. Sumpah deh...
Setelah mengisi energi juga, akhirnya Mellinda nanya gw ada di mana. Gw pun bilang ke Widya dan Erika kalo gw mau duluan. Setelah bertemu dengan Sasha dan Mellinda kita langsung antri di depan pintu masuk dan sudah bergabung juga dengan grup festival. Bisa"nya saat itu, gw ketemu Dina temen gw dari UMN. Dunia sempit ternyata. Hahahaha.
Sembari nunggu, munculah si fotografer tampan. Saat itu juga entah kenapa, radar para cewe mulai aktif dan teriaklah mereka. Lucunya si fotografer sempet bingung dan akhirnya dia memilih untuk stay cool. Hahahahaha. Kacau dah. Begitu juga waktu di kasih sejenis lighter, bagaikan ikan lagi di kasih makan. Kasian deh security ampe dikerumunin gtu. Akhirnya tibalah saat konser akan dimulai. Gw, Sasha dan Mellinda mulai deg"an lagi dan memang kita gak akan ada di satu baris. Apa yah yg bakal terjadi? Dan gimana konser Beast? Stay tuned...
Label:
beast,
komedi,
korea,
Pengalaman pribadi
Langganan:
Komentar (Atom)
















