Aku tidak mungkin bisa melupakan hari itu. Di dalam kamarku sendiri, aku mencoba duduk di depan cermin dan mencoba untuk merapikan rambutku. Masih kuingat bagaimana wajahku di depan cermin. Angin dari air conditioner menerpa kulitku dan bisa kurasakan udara dingin nan menyejukkan itu. Kamarku gelap, hanya samar-samar cahaya masuk ke dalam. Aku lupa untuk membuka gorden dan membiarkan jendela tetap tertutup. Alunan lagu day by day kubiarkan terus bermain sembari aku masih menyisir rambutku.
"Trakkk..." Tak sengaja, sisir dengan warna hijau lumut itu luput dari tanganku. Kuambil kembali sisir tersebut dan kutatap kembali cermin yang ada di depanku. Tapi kali ini bukan aku yang terpantul di sana.
Yah, aku yakin itu bukan diriku. Tapi, wanita itu memiliki mataku, memiliki hidungku, paras tubuhku pun sama dengannya. Namun tidak seperti diriku yang memakai kaus putih dengan celana pendek berwarna biru muda, wanita itu dengan anggunnya mengenakan gaun coklat dengan corak hitam berbentuk bunga abstrak di atasnya. Matanya dipenuhi dengan eye shadow coklat sangat cocok dengan gaun yang dia pakai. Lip gloss peach mewarnai bibirnya. Aneh. Dia tampak sepertiku hanya....lebih cantik. Aku memejamkan mataku sejenak, tetapi "dia" masih ada di pantulan cermin tersebut. Aku mencoba menengok ke kanan dan ke kiri, berharap akan ada yang mengatakan padaku bahwa aku sedang dikerjai oleh seseorang. Tapi, "dia" tetap di situ menatapku lurus.
"Kau siapa?" Itulah pertanyaan yang pertama kali kuucapkan padanya. Anehnya, tidak ada ketakutan menyelimuti diriku dan sepertinya aku sangat mengenal wanita itu. Wanita itu hanya tersenyum tanpa berkata sepatah kata pun.
"Kau siapa?" Kataku lagi. Kali ini dia tersenyum sinis dan dari matanya aku tahu dia sedang memandang rendah diriku. Mataku melotot melihat sikapnya dan tiba-tiba rasa marah menyelimutiku.
"KAU SIAPA!" Aku pun berteriak dengan geram dan mulai memegang cermin yang ada di depanku itu. Pada saat yang sama lagu day by day berakhir bersama dengan hilangnya wanita tersebut. Aku mencoba mengusap-usap cermin tersebut dan hanya wajahku yang terpantul di sana. "Dia" menghilang.
......................................................................................................................................................................
Kenapa mimpi tidak semanis kenyataan? Apakah salah jika seseorang bermimpi? Apakah mereka harus berhenti bermimpi? Apakah AKU harus berhenti bermimpi?
"Krak!!" Gelas kaca mungil favoritku hancur begitu saja dalam genggamanku. Warna putih berkilaunya menjadi merah darah dan tanganku tersayat dari pecahannya. Sakit, batinku dalam hati. Kenapa aku tidak merasakan sakit ketika bermimpi? Apakah leboh baik menyerah pada kenyataan? Aku termenung di depan komputer yang menyala. Tunggu! Aku merasa ada yang menatapku. Aku bisa merasakan kehadirannya. Aku mencoba menatap komputerku dan mulai menengok perlahan-lahan ke arah cermin dan "dia" di sana. Aku terbelalak dan mulutku tidak bisa berkata apa-apa meihat sosoknya di cermin. Matanya melirik ke arah pecahan gelas yang berwarna merah kemudian melirik tetesan darah yang jatuh serta mengalir dari tanganku.
Aku mencoba menyembunyikannya. Dia pasti akan merendahkanku lagi, pikirku. Tidak ada ekspresi apa pun di raut wajahnya. Dengan pelan-pelan, ia mengangkat tangan kanannya dan memperlihatkan telapak tangannya. Aku tersentak kaget karena ada bekas sayatan di telapak tangannya sama seperti tangan kananku. Kali ini dia tersenyum, namun dengan tatapan sedih.
"Hei, apakah kau akan menyerah begitu saja?" Kali ini dia berbicara kepadaku. Suaranya pun sangat mirip denganku. Pikiranku makin kacau ingin mengetahui tentang dirinya. Siapa dia sebenarnya? "Jangan menyerah." Dia melihat tangan kanannya sendiri. "Rasa sakit ini hanyalah awalnya. Bersiaplah untuk diinjak-injak, diludahi, diremehkan oleh orang lain. Mereka akan memberimu rasa sakit yang luar biasa sampai rasanya kau tidak akan bisa bernapas. Tangisan air mata akan mengalir deras dari kedua matamu dan tidak akan ada yang bisa kau andalkan."
"Ya, tangan itu....", katanya sambil menunjuk tanganku. "Hanya kaulah yang bisa melindunginya. Hanya kau yang bisa membuatnya tenang. Tubuhmu hanya kau yang bisa mengendalikannya. Pikiranmu pun, hanya bisa percaya pada dirimu."
"Kenapa aku harus mengalami banyak rasa sakit? Bukankah lebih baik bahwa aku lepas dari kenyataan?", kataku padanya. Dia tersenyum dan berkata, "Tidakkah kau tahu apa yang membedakan diriku dengan dirimu? Ketika kau melewati segala rasa sakit itu dan akhirnya kau mendapatkan semuanya, di suatu saat kau akan berjenti sejenak, memejamkan matamu, membukanya kembali dan berkata, 'ahhh...ini adalah kenyataan'. Aku terdiam dan menatapnya masih tidak percaya.
"Jadi....Kau siapa?" Tanyaku ragu. "Apakah kau bodoh? Tentu saja aku adalah kau." Lagi-lagi aku terbelalak. "Kau pikir kenapa kita punya rupa yang sama? Hanya saja aku datang sebagai mimpi".
"Huh? Apa maksudmu?"
"Aku dan kau adalah satu, tapi aku bisa lenyap. Sedangkan kau bisa berdiri tegak dengan kedua kakimu."
"Kau akan menghilang?"
"Kenapa dengan wajahmu yang sedih itu? Hei, aku akan kembali."
"Kapan?"
"Ketika kau menjadi diriku. Tidak buruk bukan?", katanya sambil menaikkan salah satu alisnya. "Jadi, terus berusahalah, jadi kita bisa bertemu lagi dan kali ini di dalam kenyataan tentunya." Setelah mengakhiri perkataannya, ia mulai melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa, diriku yang nyata"
"Ah, tung..." Lagu day by day lagi-lagi berakhir bersamaan dengan kepergiannya. Aku mulai melihat kembali wujud asliku. Kutatap lama cermin tersebut dan aku pun tersenyum dan kulambaikan tanganku serta berkata,
"Sampai jumpa, diriku yang akan menjadi nyata."
Sabtu, 07 Juli 2012
Jumat, 06 Juli 2012
Trip to RSCM
Kalai dibilang sebuah "wisata" sebenernya gak pantes juga. Gw ke RSCM dalam rangka tugas jurnalistik gw dengan temen" yang tim RSCM pastinya untuk mencari informasi mengenai kriminalitas yang terjadi di Jakarta. Tentu saja untuk mengetahui tingkat kriminalitas, kita harus mengetahui jumlah korban entah itu yang teraniaya atau bahkan meninggal. Jadi, kalau mendapat tugas ke RSCM, tentu saja harus menuju kamar jenazah. Yap, kamar jenazah saudara-saudara. Kami semua berangkat dari area Newton deket kampus dan akhirnya mulai menuju "tanah terjanji" kami. Well, awalnya gw masih biasa aja, tetapi ketika sampai di sana, hati gw mulai deg"an. Jujur aja gw ga siap mental buat lihat mayat. Tentus saja mayat yang berada di RSCM bukanlah mayat biasa. Senior gw waktu itu lagi ngeliput dan ternyata secara tiba-tiba masuklah korban kecelakaan kereta api. Tubuhnya habis terlindas kereta api. Alhasil, dia gak bisa makan setelah meliput.
Gw, Gemmy dan Dita coba mencari kamar jenazah karena Bernard, dkk udah ke RSCM sebelumnya namun ditolak karena surat untuk izin tidak diterima pihak rumah sakit. Setelah berjalan-jalan akhirnya gw menemukan kamar jenazah. Cycil juga minta bantuan kita bertiga buat cari mobil jenazah, jadi bisa liput kalo ada korban yang datang. Setelah berkeliling, gw akhirnya sadar kita bertiga mulai dicurigai orang sekitar. Yah, wajar aja tiga mahasiswi dengan baju layaknya seorang mahasiswa dan tiba-tiba berdiri di dekat kamar jenazah otomatis cari informasi buat tugas. Kita bertiga akhirnya memutuskan buat kembali ke CFC, di mana anak-anak yang lain ngumpul. Gw pun cerita sama Bernard dan kita bertiga gak bisa ke sana karena udah ketahuan sama orang-orang di sekitar sana. Kita bertiga sebelumnya gak sempet masuk ke dalam karena keadaan masih sepi. Baru jam 7 dan kita sudah di sana. Jadi, belum ada apa-apa. Grup berikutnya Felin, dkk. ketahuan satpam dan akhirnya diusir. Akhirnya, tinggal Bernard, dkk. yang tersisa dan mencoba untuk berakting.
Setelah sekian lama, akhirnya mereka datang dan Nike menangis. Yap, mereka melihatnya. Katanya waktu mereka datang, kebetulan juga ada jenazah yang datang dan tentu saja mereka ditegur petugas. Bernard bilang mencoba mencari temannya yang kecelakaan dan si petugas percaya. Yang mereka kaget adalah ketika si petugas membuka kain putih untuk menutup jenazah dengan mudahnya. Nike dan Cecil langsung menangis karena melihat jenazah tersebut dalam keadaan yang mulai membusuk. Katanya bisa dilihat kulitnya sudah menjadi biru dan untungnya jenazah yang mereka lihat masih dalam keadaan utuh.
Setelah RSCM selesai, kami akhirnya menuju ke kantor polisi dan mencoba untuk mencari informasi. Gw dapet bagian kantor polisi deket Lapangan Banteng yang mengurusi mengenai masalah kecelakaan. Namun, karena kita juga butuh yang kriminalitas akhirnya polisi di sana memberi tahu kita untuk menuju kantor polisi di sawah besar. Giliran grup lain yang bertanya dan ternyata mereka mendapatkan foto otopsi korban yaitu seorang tukang ojek yang dibunuh dan katanya lehernya putus. Jadi, alhasil walaupun gw gak melihat mayat tetapi foto tersebut mampu membuat gw gak bisa tidur sehari.
Tapi, dari liputan tersebut gw belajar banyak dan ternyata kriminalitas itu ada dan kejam. Menyedihkan memang, tapi itulah faktanya.
Gw, Gemmy dan Dita coba mencari kamar jenazah karena Bernard, dkk udah ke RSCM sebelumnya namun ditolak karena surat untuk izin tidak diterima pihak rumah sakit. Setelah berjalan-jalan akhirnya gw menemukan kamar jenazah. Cycil juga minta bantuan kita bertiga buat cari mobil jenazah, jadi bisa liput kalo ada korban yang datang. Setelah berkeliling, gw akhirnya sadar kita bertiga mulai dicurigai orang sekitar. Yah, wajar aja tiga mahasiswi dengan baju layaknya seorang mahasiswa dan tiba-tiba berdiri di dekat kamar jenazah otomatis cari informasi buat tugas. Kita bertiga akhirnya memutuskan buat kembali ke CFC, di mana anak-anak yang lain ngumpul. Gw pun cerita sama Bernard dan kita bertiga gak bisa ke sana karena udah ketahuan sama orang-orang di sekitar sana. Kita bertiga sebelumnya gak sempet masuk ke dalam karena keadaan masih sepi. Baru jam 7 dan kita sudah di sana. Jadi, belum ada apa-apa. Grup berikutnya Felin, dkk. ketahuan satpam dan akhirnya diusir. Akhirnya, tinggal Bernard, dkk. yang tersisa dan mencoba untuk berakting.
Setelah sekian lama, akhirnya mereka datang dan Nike menangis. Yap, mereka melihatnya. Katanya waktu mereka datang, kebetulan juga ada jenazah yang datang dan tentu saja mereka ditegur petugas. Bernard bilang mencoba mencari temannya yang kecelakaan dan si petugas percaya. Yang mereka kaget adalah ketika si petugas membuka kain putih untuk menutup jenazah dengan mudahnya. Nike dan Cecil langsung menangis karena melihat jenazah tersebut dalam keadaan yang mulai membusuk. Katanya bisa dilihat kulitnya sudah menjadi biru dan untungnya jenazah yang mereka lihat masih dalam keadaan utuh.
Setelah RSCM selesai, kami akhirnya menuju ke kantor polisi dan mencoba untuk mencari informasi. Gw dapet bagian kantor polisi deket Lapangan Banteng yang mengurusi mengenai masalah kecelakaan. Namun, karena kita juga butuh yang kriminalitas akhirnya polisi di sana memberi tahu kita untuk menuju kantor polisi di sawah besar. Giliran grup lain yang bertanya dan ternyata mereka mendapatkan foto otopsi korban yaitu seorang tukang ojek yang dibunuh dan katanya lehernya putus. Jadi, alhasil walaupun gw gak melihat mayat tetapi foto tersebut mampu membuat gw gak bisa tidur sehari.
Tapi, dari liputan tersebut gw belajar banyak dan ternyata kriminalitas itu ada dan kejam. Menyedihkan memang, tapi itulah faktanya.
Jumat, 29 Juni 2012
Rooftop Prince Menyejukkan Hatiku
Kenapa gw pasang judul kayak gini? Ini semua gara-gara drama King 2 Hearts yang telah membuat hati gw sakit karena salah satu tokoh favorit gw, Eun Shi Kyung harus mati di episode ke-18. Rasanya what the...?! Tapi di sini gw akui kehebatan si pembuat cerita dan tentunya sang sutradara yang membuat drama ini karena mereka telah memanjakan gw dan adek gw khususnya dalam 18 episode. Jujur setelah kematian Shi Kyung gw gak nonton sisa episodenya. Cuman episode terakhir, berharap Shi Kyung ternyata masih hidup. Sumpah rasanya kehilangan banget orang yang lo suka. Malah pasangan Shi Kyung si putri yang kakinya lumpuh nan cantik dan serasi itu sama dia. Apa si penulis ceritanya gak kasihan ya? Alamak. Udah gitu, jujur gw lebih interest sama kisah cinta Shi Kyung daripada Jae Ha. Hahahahah. Maap ya , Lee Seung Gi.
Setelah adanya lubang dalam hati ini, ade gw bilang Rooftop Prince salah satu drama Korea yang lagi oke banget dan katanya komedi juga. Gw dan ade gw langsung beli. Buat kalian yang belum nonton, silahkan kudu wajib dibeli hukumnya nih drama! Aish...udah yang main si Micky, terus ada 3 cowok ganteng lainnya yg jadi pelengkap cerita ini terus ceweknya yg jadi karakter utama juga manis orangnya. Crita? Happy ending walaupun di cara yang berbeda. Tapi, pesannya dapet banget ketika lo mencintai seseorang dan memang udah takdir lo dengan orang tersebut, sampai reinkarnasi pun lo akan bertemu orang yang sama walaupun di berbeda era. Ah...itu baru namanya romantis. Gw recommended banget drama ini, dan gw kasih inti ceritanya aja, gimana mereka mengemasnya? Silahkan nonton Rooftop Prince!
Sumber gambar: Tumblr
Setelah adanya lubang dalam hati ini, ade gw bilang Rooftop Prince salah satu drama Korea yang lagi oke banget dan katanya komedi juga. Gw dan ade gw langsung beli. Buat kalian yang belum nonton, silahkan kudu wajib dibeli hukumnya nih drama! Aish...udah yang main si Micky, terus ada 3 cowok ganteng lainnya yg jadi pelengkap cerita ini terus ceweknya yg jadi karakter utama juga manis orangnya. Crita? Happy ending walaupun di cara yang berbeda. Tapi, pesannya dapet banget ketika lo mencintai seseorang dan memang udah takdir lo dengan orang tersebut, sampai reinkarnasi pun lo akan bertemu orang yang sama walaupun di berbeda era. Ah...itu baru namanya romantis. Gw recommended banget drama ini, dan gw kasih inti ceritanya aja, gimana mereka mengemasnya? Silahkan nonton Rooftop Prince!
Sumber gambar: Tumblr
Being A News Anchor
Sebenernya kejadian ini udah lama banget, cuman memang Tuhan baru mengizinkan gw untuk menulisnya hari ini sepertinya. So, sebulan atau 2 bulan yang lalu, gw lupa tepatnya kapan, di kampus gw ada acara Communication Festival. Dan waktu itu karena buat surprise ultah Tami, akhirnya gw dan geng pipi kecuali Cinthya karena dia panitia ikut workshop mengenai how to be a good news anchor bareng Gustav Aulia, salah satu pembawa berita di salah satu televisi swasta. Awalnya gw pikir untuk membuang waktu dan sekedar pengen tahu Lab. TV UMN (mang dasar norak kayaknya). Akhirnya, gw pun ikut workshop tersebut. Hedeh, Gustav Aulia keren banget! Orangnya asik dan yang bikin makin kagum adalah ketika dia mulai mengajari kita cara membaca berita. Astaga...tuh orang emang ditakdirin jadi news anchor kayaknya. Waktu dia baca berita sama waktu dia ngomong beda banget. Hahahaha.
Setelah itu ada momen di mana 15 orang yang ingin menjadi news anchor akan dinilai secara langsung oleh Gustav Aulia. Wah, awalnya gw pengen banget cuman gw masih agak malu dan waktu itu gw duduk di bagian samping jadi kayaknya Pak Gustav gak liat. (Sebenernya agak aneh juga manggil dia Pak karena wajahnya gak ada tanda-tanda penuaan sama sekali) Eh, ternyata ketika mereka mulai maju satu-satu hanya ada 13 orang. Jadi, dia minta 2 orang lagi. Meishi, Erwanto, Gemmy sama Nabs dukung gw buat maju. Akhirnya gw pun memberanikan diri dan gw ditunjuk. Eh, waktu gw maju, cowok yg tadinya mundur karena gak berani malah pengen maju lagi. Ya udah gw pun mundur, eh malah si Pak Gustav gak masalah dengan tambahan satu orang lagi. Jadilah gw orang terakhir dan orang ke-16. Astaga... Waktu mulai pasang mike kecil di baju gw rasanya deg"an bukan main.
"Namanya siapa?"
"Zerica", gw jawab, eh malah temen gw yang ribut, "Jejer! Jejer!"
"Huh? Jeje?" Si Pak Gustav malah bingung.
Ya sudahlah. "Siap ya", katanya. Gw pun mulai ke arah kamera dan ternyata di dalam kamera itu sudah ada beritanya, jadi yah kita tinggal baca. "3..2..1!" Gw pun mulai baca berita yang sangat cepat berjalan itu. Sumpah deh gw takut banget salah baca dan keselip. Tapi, akhirnya selama 30 detik membaca berita itu berakhir dengan baik-baik saja.
Gak taunya ternyata dari yang maju tadi dipilih lima terbaik dan dapat hadiah dari si pembawa seminar. And, guess what? Gw juara satu! Rasanya waktu dia manggil nama gw dengan "Jeje", gw agak gak percaya karena anak-anak yang lain juga keren banget waktu baca berita. Gw pun maju dan masih setengah sadar. Tapi, gw melihat Pak Gustav mulai membagi coklat dan akhirnya sampailah pada gw. Dengan senyum mautnya dia bilang, "Good" dan gw pun bersalaman dengan gw. Astaga, dia emang gak cocok dipanggil bapak kayaknya, ganteng pula...astaga. Jadi, bingung harus manggil gimana.
Gila! Padahal gw ga nyangka sama skali. Kadang sesuatu terjadi ketika kita justru tidak terlalu memikirkannya. Aneh. Tapi, itu terjadi sama gw. Sayangnya, hadiah CD dari panitia yang berisi video news anchor gw ga bisa kebaca formatnya. Jadi, gak ada kenangannya deh. Yah, sudahlah. Setidaknya gw masih inget betul di otak gw ini. Hahahahah. Tadinya cuman iseng ikut, eh malah gw mendapatkan sesuatu yang berharga. Mulai dari seminarnya, dari Lab TV karna gw akhirnya liat juga dan tentunya dari keberanian gw. Thanks a lot, Gustav Aulia, Panitia Comfest karena udah bikin workshop yang keren.
Setelah itu ada momen di mana 15 orang yang ingin menjadi news anchor akan dinilai secara langsung oleh Gustav Aulia. Wah, awalnya gw pengen banget cuman gw masih agak malu dan waktu itu gw duduk di bagian samping jadi kayaknya Pak Gustav gak liat. (Sebenernya agak aneh juga manggil dia Pak karena wajahnya gak ada tanda-tanda penuaan sama sekali) Eh, ternyata ketika mereka mulai maju satu-satu hanya ada 13 orang. Jadi, dia minta 2 orang lagi. Meishi, Erwanto, Gemmy sama Nabs dukung gw buat maju. Akhirnya gw pun memberanikan diri dan gw ditunjuk. Eh, waktu gw maju, cowok yg tadinya mundur karena gak berani malah pengen maju lagi. Ya udah gw pun mundur, eh malah si Pak Gustav gak masalah dengan tambahan satu orang lagi. Jadilah gw orang terakhir dan orang ke-16. Astaga... Waktu mulai pasang mike kecil di baju gw rasanya deg"an bukan main.
"Namanya siapa?"
"Zerica", gw jawab, eh malah temen gw yang ribut, "Jejer! Jejer!"
"Huh? Jeje?" Si Pak Gustav malah bingung.
Ya sudahlah. "Siap ya", katanya. Gw pun mulai ke arah kamera dan ternyata di dalam kamera itu sudah ada beritanya, jadi yah kita tinggal baca. "3..2..1!" Gw pun mulai baca berita yang sangat cepat berjalan itu. Sumpah deh gw takut banget salah baca dan keselip. Tapi, akhirnya selama 30 detik membaca berita itu berakhir dengan baik-baik saja.
Gak taunya ternyata dari yang maju tadi dipilih lima terbaik dan dapat hadiah dari si pembawa seminar. And, guess what? Gw juara satu! Rasanya waktu dia manggil nama gw dengan "Jeje", gw agak gak percaya karena anak-anak yang lain juga keren banget waktu baca berita. Gw pun maju dan masih setengah sadar. Tapi, gw melihat Pak Gustav mulai membagi coklat dan akhirnya sampailah pada gw. Dengan senyum mautnya dia bilang, "Good" dan gw pun bersalaman dengan gw. Astaga, dia emang gak cocok dipanggil bapak kayaknya, ganteng pula...astaga. Jadi, bingung harus manggil gimana.
Gila! Padahal gw ga nyangka sama skali. Kadang sesuatu terjadi ketika kita justru tidak terlalu memikirkannya. Aneh. Tapi, itu terjadi sama gw. Sayangnya, hadiah CD dari panitia yang berisi video news anchor gw ga bisa kebaca formatnya. Jadi, gak ada kenangannya deh. Yah, sudahlah. Setidaknya gw masih inget betul di otak gw ini. Hahahahah. Tadinya cuman iseng ikut, eh malah gw mendapatkan sesuatu yang berharga. Mulai dari seminarnya, dari Lab TV karna gw akhirnya liat juga dan tentunya dari keberanian gw. Thanks a lot, Gustav Aulia, Panitia Comfest karena udah bikin workshop yang keren.
Sabtu, 26 Mei 2012
Giliran Tami dan Nabilah
Yap, setelah mengalami pengalaman mission impossible untuk ulang tahun Cinthya, akhirnya tibalah waktu untuk memikirkan siasat bagi kedua pipiers yang berulang tahun di bulan yang sama, Tami 'n Nabs. Kalau punya Cinthya aja udah pusing bukan maen, punya mereka...makin pusing lagi. Rasanya ingin menangis dan menjerit? Bener banget!
Pokoknya menghabiskan energi fisik dan mental. Mungkin waktu itu mereka gak terlalu banyak bicara ama gw, Cinthya sama Gemmy karena emang kalian berdua ulang tahun pada bulan yang sama! Maap ya, tapi demi kelancaran surprise kalian, kami berbuat seperti ini.
SURPRISE TAMI
SURPRISE TAMI
Karena Tami berulang tahun duluan, kita semua udah mulai pusing pikirin hadiah buat Tami. Setelah berunding akhirnya kita setuju dengan usul Gemmy untuk ngasih karikatur Tami. Untungnya Tami adalah orang yang terbuka jadi dia senang banget kalo kita dengerin curhatnya. Kita tahu apa yang dia suka, apa yang dia gak suka bahkan sampai kriteria cowoknya. (Ayo cowo yang berjambang, pintu dorm terbuka untukmu)
Gw inget banget waktu Tami pengen banget kita ikut seminar Gustav. Yah, jelaslah karena dia panitia. Momen" ini adalah momen yang penting. Kenapa? Karena walau pi family hanya terhubung dengan pipi. tapi kita punya maksud yang sama. Yap, biar kita bisa bareng Tami lebih lama pada hari Jumat. Namun, pada faktanya karena kita KP, kita semua berharap untuk memberi surprise Tami sesudah KP dan Cinthya mulai kelabakan karena dia yang harus ngurus acara Gustav bareng Majes.
Gw juga inget sehari sebelum ultah Tami, gw, Nabs 'n Gemmy beli kue kebangsaan dan tak lupa paper bag. Lucunya pada malam harinya, Gemmy BBM kita semua kalo hadiahnya gak muat di paper bagnya. Alhasil, terjerat dengan waktu yang sempit, Gemmy pun gak ambil pusing dengan membawa tas lebih besar pada keesokan harinya.Kita semua udah bingung alasan apa untuk membawa Tami ke taman kebangsaan kita. Akhirnya gw mulai mendekati Tami waktu sudah turun ke lantai satu.
"Tam, kita ke sana yuk!" (sambil nunjuk taman kebangsaan)
"Mang mau ngapain, Zer?"
Gw pun mencoba untuk brainstorming dan berharap pelajaran Pak Ari memberikan sesuatu pada otak gw. Meanwhile, Gemmy, Nabs 'n Cinthya plus Majes udah mulai kelabakan mengeluarkan semua keperluan di belakang.
"Ah! Kamu mau ramala aku ya, Zer?"
(Gw hening sebentar kemudian nyengir kuda) "Ah, Tami tau aja deh. Gak seru nih...Hahahaha"
"Aduh, aku terharu banget, Zer. Soalnya kemaren aku mimpi kamu bakal ramal aku hari ini, ternyata benar toh."
Dalam hati gw untung lo orang yang polos Tam dan dibalik nyengir gw, gw baru saja menambah satu dosa lagi. Ampunilah hambamu ini, Bapa. Akhirnya, surprise pun dilaksanakan. Walaupun Tami sedikit cemberut gak diramal, tapi dia senang dengan kado kita. Majes pun jadi fotografer dadakan. Gak lama kemudian, Cinthya dan Majes langsung menuju lantai 6 karena waktu yang sangat mepet. Well, what a surprise...
SURPRISE NABILAH
Kalo surprise Nabilah adalah surprise yang paling fantastis yang pernah gw buat bersama pifam lain. Fantastis...pusingnya.Jarak ultah Tami dan Nabs hanya beda 10 hari. Akhirnya, gw, Cinthya 'n Gemmy lagi" mencoba untuk mencari hadiah yang menarik. Setelah mengadakan rapat di SMS, SS bahkan di kampus, akhirnya kita sepakat buat scrapbook dalam bentuk photo album mengenai fakta yang kita ketahui tentang Nabs selama kita di pifam. Kita mencoba membuat 19 fakta yang kita tahu karena Nabs ultah yang ke-19. Kita semua mengira mudah untuk mencari fakta Nabs dan ternyata kita salah besar. Dari 19 fakta yang harusnya terkumpul, pada awalnya hanya 9.
Kita semua mulai kelabakan. Beda dengan Tami yang ceria bagaikan matahari, Nabs adalah orang yang misterius dan susah ditebak. (asik bahasa gw) Kita pun akhirnya harus memancing Nabs untuk menyebutkan sesuatu yang kita gak tahu. Gemmy sangat berperan penting dalam kelangsungan hadiah ini. Nabs emang gak bisa lepas bentar aja dari Gemmy. Emang kembar sih susah...hahahah.
Setelah terkumpul 19 fakta, maka mulailah kita untuk membuat scrap book tersebut. Pada hari itu, Cinthya gak bisa membantu karena dia disekap di function hall untuk urusin acara penutupan ComFest. Tami hanya sempat datang untuk melihat dan memberi ide kemudian pergi lagi. Sibuknya mereka. Akhirnya, gw dan Gemmy memulai untuk membuat. Gemmy paling niat bawa spidol dan alat hias lainnya. Dia sangat sayang sama Nabs kayaknya. Lumayan juga ada sekitar 2 ampe 3 jam kita buat hadiah Nabs dengan hasil satu buah scrapbook, pinggang mau patah dan perut keroncongan karena kurang asupan.
Pas hari Senen, kita pun langsung ke taman kebangsaan dan itu adalah surprise terbodoh yang pernah gw lakuin. Setelah Nabs masuk WC, gw, Cinthya langsung ke taman buat nyalain lilin. Kue kebangsaan yang udah dibeli Tami, ternyata penyek dan lilinya gak mau nyala terus. Ada kali gw sampe 5 batang korek api, dan tidak berhasil menyalakan. Bodohnya lagi, lilin tidak menyala sampai kita akhirnya sadar Nabs sudah ada di belakang kita. Sumpah gw malu banget. Gw ama Cinthya cuman bisa ngakak. Nabs juga cuman bisa ketawa lihat surprise yg udah ketahuan. Sumpah...
Hahahahaha, walaupun perjuangannya butuh waktu panjang, tapi untungnya kalian berdua senang dengan surprise kita (mungkin). Happy birthday sekali lagi buat Tami dan Nabs! Makin berpipi dan sayang sama kita semua ya!
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi,
sahabat
Sabtu, 21 April 2012
Gara-Gara Cinthya Tania
Belom lama ini, seorang dari anggota Pi Family baru saja diberikan sebuah surprise karena dia berulang tahun. Yap, Cinthya Tania, cewek yang selalu sibuk dengan poninya ini baru saja bertambah tua di umur ke-19. Hahahaha. Gw jadi inget perjalanan gw, Tami, Nabilah 'n Gemmy demi persiapin surprise dia. Mulai dari si surat kaleng yang malah membuat air mata dan kemarahan bercampur aduk, sampai akhirnya video yang harus dibuat diem" layaknya mata-mata. Huh...Ini semua gara-gara Cinthya Tania. Wkwkwkkw....
Gw inget banget perjuangan buat dapetin smua artis kita yang masuk dalam video itu. Yang paling lucu adalah ketika gw lagi rekam video dari Bella 'n Stephanie. Saat itu Cinthya juga berada di lantai yang sama dan otomatis Tami langsung menjadi mata-mata. Berasa Mission Impossible gak kalah sama Tom Cruise. Bayangkan untuk turun ke lantai satu aja dari lantai 2, gw dan Tami menggunakan lift. Astaga. Hahahaha.
Belom selesai video, kita udah mulai pusing dengan kado dia. Gw inget dia pernah bilang pengen teddy bear yang gede. Well, karena kita kere jadi alhasil kita berpikir untuk membeli teddy bear yang ukurannya lebih kecil. Gw, Gemmy dan Nabilah ampe harus berakting sedemikian rupa untuk membuat dia mengeluarkan kalimat "Eh, yang ini lucu yah" Tapi, karena kita sudah membuat video, akhirnya kita gak jadi ngasih dia teddy bear.
Belom lagi urusan kue. Gw bersama Pi Fam menuju Teras Kota sekalian nonton bersama Erwanto, Jessy dan Billy. Sebelumnya gw pun juga harus berakting untuk mengetahui warna favorit dia, dan kebetulan di sana ada cupcake berwarna ungu kebiruan. Sayangnya hanya satu, kita merasa kurang pantas. Setelah muter", guess what? Kita beli kue ultah dia di SMS. Sumpah...
Belom lagi begonya kita ketika diminta nama twitter kita untuk dimention sama Billy karena kita lagi di Teras Kota buat nonton. Jessy pun melihat tweet dari Cinthya. Ada emoticon sedih dan kita semua langsung "ngeh" kalo kita sempet ngibul sebelumnya ke Cinthya kalo kita langsung pulang setelah UTS.
Untungnya gw dan Tami gak menjawab. Hahahah. Belom pengerjaan video yang memakan banyak waktu. Gw ampe subuh ngerjain videonya. Blom gw harus download video" YongHwa yang gak banget. Mending download Gi Kwang ke mana" deh.
Hahahahah. Blom lagi yang paling parah adalah mencari alamat rumah Cinthya. Dengan hanya bermodalkan kitab suci Tarki (baca: buku tahunan), gw dengan pede menulis alamat rumah Cinthya di kertas dan pergi bersama Pi Fam menuju rumahnya. Setelah melewati rintangan yang agak menyulitkan, kita sampai di Nusa Loka blom di rumahya tapi. Dengan polosnya Gemmy bertanya, "Rumahnya di jalan apa, Jer?" Gw pun menjawab "Jalan Madura". Jalan yang pertama dilihat adalah Jalan Sumatera kalo gak salah. Gw pun dengan polosnya menjawab, "Kita terus aja Gem".
Gemmy: Mang u tau jalannya?
Gw : Gak, menurut analisis gw (sok kayak Tami), Madura sama Sumatra kan jauh tuh. Berarti kita harus cari Jalan Jawa.
Gemmy: ...........(Diem sejenak) Kayaknya bener juga kata lo, Jer.
Yah, dengan bermodalkan pengetahuan yang didapat ketika SMP dan SMA, kita pun mencari jalan Madura. Setelah sampai di Jalan Madura, kita mencoba dan melihat nomornya. Lucunya ada rumah dengan nomor yang sama. Tami mulai bingung. "Jer, yang ini rumahnya dijual. Tuh, ada papannya." Nabilah di sebelah kiri juga gak mau kalah, "Jer, yang ini rumahnya kosong. Gak ada tanda" kehidupan" Saat itu, gw merasa terkucil karena merasa kehilangan kepercayaan dari teman" gw (lebay) dan Gemmy langsung menyuruhku untuk mencoba menelepon telepon rumahnya. Gw pun langsung telepon 911 (baca: rumah) untuk meminta ade gw melihat di buku tahunan gw.
Setelah telpon, untungnya yang mengangkat adalah Mama Cinthya karena ternyata itu bukan telepon rumah tapi telepon flexi yang bisa dibawa ke mana". Gw pun langsung bertanya apakah Jalan Madura adalah jalan yang benar. "Oh, Kita udah pindah dari setahun yang lalu, Zer". Dalam benak gw langsung ada suara Ayu Ting-Ting, Ke mana....Ke mana~". Oh, man! Ini adalah ALAMAT PALSU!!
Gw dan Pi Fam pun langsung bergegas menuju alamat yang diberikan si tante. Kita benar" seperti di Mission Impossible, bertarung dengan waktu. Siapa duluan yang akan sampai di rumah Cinthya, kita atau Jimmy, supir Cinthya. Untungnya kita sampai duluan dan langsung bersiap" untuk surprise dibantu Mama Cinthya dan Yunis. Bahkan, sampai untuk menyalakan lilin aja pake gladi bersih di kamar Cinthya yang gelap saat itu karena untuk surprise.
Ini semua demi lo, Cin! Hahahaha. Ini semua gara" lo yang sudah menjadi teman baik kita selama di kampus.Hahahaha. Terharu kan? Siapa dulu, Pi Fam gitu. Siapa yang bisa calling Yong Hwa untuk kasih testimoni? Only me! Siapa yang bisa ngundang banyak artis yang lo gak tahu? Only Gemmy! Siapa yang bisa menjadi mata-mata paling sempurna? Only Tami! Siapa yang paling bisa membuat alibi terbaik yang lo gak pernah kira? Only Nabilah! Siapa yang menyayangi lo sebagai sahabat dan menerima lo adalah miss "pengurus poni"? Tentu saja, Pi Fam salah satunya. Jadi, tetap menjadi sahabat kita dan jangan pernah bosan yah! Heheheh. Love u girl, and once more, Happy Birthday!
The Birthday Girl, Cinthya Tania
Gw inget banget, Pi Fam merundingkan strateginya waktu dia lagi presentasi PTK. Udah gitu kebetulan banget pas hari Senen dia gak bisa masuk ke kampus karena ada urusan keluarga. Kita semua yang ingin kasih surat kaleng dan dengan kekeuh udah mulai buat pas bulan Maret, malah membuat masalah buat Pi Fam. Hahahahah. Cinthya nganggep surat itu cuman lelucon dari Gemmy dan lucunya setelah dia tanya gw dan gw bilang kalo itu dari orang lain, dia percaya. Dia percaya saudara-saudara!! Padahal dia bilang sebelumnya, "Gw soalna udah pernah buat surat kaleng juga buat surprise ulang tahun temen gw". Gw yang baca message dia hari itu otomatis ketawa akan kepolosan teman gw yang satu ini. Cuman karena ngambek antara Gemmy dan Cinthya, kita semua mencoba mengubah strategi untuk buat video "100 ucapan Happy Birthday Cinthya Tania" (Yah, walaupun akhirnya cuman bisa terkumpul kira" 40 orang sih). Tapi, lagi" ini gara" ulang tahun dia yang berada setelah UTS selesai. Kita jadi gak ada waktu. Hahahha.
Belom selesai video, kita udah mulai pusing dengan kado dia. Gw inget dia pernah bilang pengen teddy bear yang gede. Well, karena kita kere jadi alhasil kita berpikir untuk membeli teddy bear yang ukurannya lebih kecil. Gw, Gemmy dan Nabilah ampe harus berakting sedemikian rupa untuk membuat dia mengeluarkan kalimat "Eh, yang ini lucu yah" Tapi, karena kita sudah membuat video, akhirnya kita gak jadi ngasih dia teddy bear.
Belom lagi urusan kue. Gw bersama Pi Fam menuju Teras Kota sekalian nonton bersama Erwanto, Jessy dan Billy. Sebelumnya gw pun juga harus berakting untuk mengetahui warna favorit dia, dan kebetulan di sana ada cupcake berwarna ungu kebiruan. Sayangnya hanya satu, kita merasa kurang pantas. Setelah muter", guess what? Kita beli kue ultah dia di SMS. Sumpah...
Gemmy: Mang u tau jalannya?
Gw : Gak, menurut analisis gw (sok kayak Tami), Madura sama Sumatra kan jauh tuh. Berarti kita harus cari Jalan Jawa.
Gemmy: ...........(Diem sejenak) Kayaknya bener juga kata lo, Jer.
Yah, dengan bermodalkan pengetahuan yang didapat ketika SMP dan SMA, kita pun mencari jalan Madura. Setelah sampai di Jalan Madura, kita mencoba dan melihat nomornya. Lucunya ada rumah dengan nomor yang sama. Tami mulai bingung. "Jer, yang ini rumahnya dijual. Tuh, ada papannya." Nabilah di sebelah kiri juga gak mau kalah, "Jer, yang ini rumahnya kosong. Gak ada tanda" kehidupan" Saat itu, gw merasa terkucil karena merasa kehilangan kepercayaan dari teman" gw (lebay) dan Gemmy langsung menyuruhku untuk mencoba menelepon telepon rumahnya. Gw pun langsung telepon 911 (baca: rumah) untuk meminta ade gw melihat di buku tahunan gw.
Setelah telpon, untungnya yang mengangkat adalah Mama Cinthya karena ternyata itu bukan telepon rumah tapi telepon flexi yang bisa dibawa ke mana". Gw pun langsung bertanya apakah Jalan Madura adalah jalan yang benar. "Oh, Kita udah pindah dari setahun yang lalu, Zer". Dalam benak gw langsung ada suara Ayu Ting-Ting, Ke mana....Ke mana~". Oh, man! Ini adalah ALAMAT PALSU!!
Ini semua demi lo, Cin! Hahahaha. Ini semua gara" lo yang sudah menjadi teman baik kita selama di kampus.Hahahaha. Terharu kan? Siapa dulu, Pi Fam gitu. Siapa yang bisa calling Yong Hwa untuk kasih testimoni? Only me! Siapa yang bisa ngundang banyak artis yang lo gak tahu? Only Gemmy! Siapa yang bisa menjadi mata-mata paling sempurna? Only Tami! Siapa yang paling bisa membuat alibi terbaik yang lo gak pernah kira? Only Nabilah! Siapa yang menyayangi lo sebagai sahabat dan menerima lo adalah miss "pengurus poni"? Tentu saja, Pi Fam salah satunya. Jadi, tetap menjadi sahabat kita dan jangan pernah bosan yah! Heheheh. Love u girl, and once more, Happy Birthday!
Label:
komedi,
Pengalaman pribadi,
sahabat
Sabtu, 07 April 2012
Detik-Detik Beautiful Show Indonesia (Part 3)
Gw akhirnya masuk ke dalam stage dan mencari nomor tempat duduk gw. Sialnya walaupun diamond, gw ga dapet di bagian pertama. Jadi, gw paling depan di bagian ke-2. Oh well, bisa di depan aja udah bagus. Gw pun dapet tempat duduk di ujung karena emang nomor 1. Gw pun berpisah dengan Sasha dan Mellinda. Gw berharap smoga gw bisa dapet temen yang asik di sebelah gw. Dan ternyata Tuhan memang mendengarkan doa gw. Bukan yang asik lagi dikasih, tapi seiman sama gw. Ada Janet, Anabelle dan Magda. Awalnya gw kenalan sama mereka bertiga dan gak nyangka ternyata mereka baru berumur 12 tahun.
Janet freak JunHyung, Anabelle freak Yoseob dan Magda freak GiKwang kayak gw. Apa aja yg kita lakukan sebelum konser dimulai? Bercerita tentang Beast pastinya dan bernyanyi lagu Beast yg diputar sebelum konser.

Dari atas gw melihat hal seru di mana, para pembeli tiket festival harus bertempur satu sama lain, berlari sana sini. Karena dalam festival, prinsipnya siapa cepat dia dapat. Jadi apa yang akan terjadi buat yg ga dapet di depan? Yah di tengah dan hanya berpasrah dengan nasibnya. Setelah semua memasuki panggung, tempat festival ditutup dan memang...itu medan perang! Buat yang ditengah gw berharap gak kehabisan oksigen.
Akhirnya saat itu tiba dan lampu dalam ruangan mulai dimatikan dan teaser Beast mulai keluar. Gw dan yang lainnya mulai teriak histeris!!! Rasanya gak percaya gw bakal ngliat mereka live secara langsung!!
Beast pun keluar dan membuka dengan lagu Special. Seluruh penonton teriak tiada henti ketika mereka semua keluar. Sumpah rusuh banget!! Menurut Erika, yg bronze pun gak kalah liar. Mereka loncat" ampe ada lighting man yang bingung karena lampunya goyang" gak karuan. Hahahah.
Gw dan yang lain langsung berdiri gak peduli kita duduk di barisan Diamond sekalipun. Janet teriak nama JunHyung terus menerus! Begitu juga Anabelle dan Magda. Gw jg gak mau kalah tentunya. GiKwang!!!!!!
Gw masih gak percaya mereka orang asli di atas panggung. Gw melihat baik-baik dan untungnya kaki mereka napak di panggung. Kalo gak kan horror jadinya. Heheheh. Gw langsung foto sebanyak mungkin yang gw bisa. Padahal baru pembukaan. Hahahaha. Setelah lagu selesai, DoJoon mulai menyapa kita dan berkata "Apa kabar, Indonesia?" Kita semua otomatis teriak. Mereka diem aja teriak apalagi ngomong. Hahahaha. Ini mungkin yang dinamakan fans sejati ya. Hahahah. Gw hanya inget kata-kata GiKwang, "Are you ready, Indonesia?" Kami semua berteriak. "Kurang keras", katanya dengan logat Korea yang sangat kental. Kami pun berteriak lagi dan dia pun menjawab, "Bagus". Astaga, GiKwang... BAWA AKU!!
Konser pun tetap berjalan. Mereka keren banget!! Gak hanya keren, tapi juga konyol di panggung. Interaksi juga dengan fans. Gila, gw gila!!! Tetapi ada satu momen di mana, para wanita menangis!! Please deh! Momen The lucky girl! Anjjrrrriiittttt!! Itu pertama kalinya gw bete abis dan bener-bener jealous! Bayangkan apa yang mereka lakukan! Hedeh...Gi Kwang ampe nyium pipi si cewek, Dojoon kasih teddy bear, Yoseob kasih jaketnya..beh. Pada nangis semua termasuk temen gw Erika. Bener" deh..Iri abis!!!
Pasti semua b2uty udah pengen beli yang festival aja hahahaha. Yah, minimal gw ude hi-5 lah ya. Look at the bright side aja. Hahahaha. Menurit gw momen buat gw yang paling menarik adalah waktu lagu V.I.U mereka nyanyiin. Beh, Dojoon sempet nyapa daerah gw karena emang daerah Diamond depan gak terlalu banyak diisi. Lumayanlah, hahahah. Dojoon juga ampe minta difoto ama Diamond depan. Dojoon sempet suruh kita semua loncat" dan kita layaknya dihipnotis, loncat aja. Dongwoon untungnya juga ke daerah gw. Malah tinggi banget. Keren. Dongwoon sempet ngedipin matanya ke arah gw sama temen" gw. Beh, asik dah! Rasanya melayang. Tapi yang jadi masalah GiKwang malah ke arah kanan, gw padahal di kiri. Huhuhuhu. Apalagi GiKwang sempet lempar bajunya ke yg daerah kanan. Minimal gw harus mendapat sesuatu dari dia juga. Ternyata doa gw terkabul. GiKwang ke arah kiri dan sempat menyapa daerah kita. Gw inget banget waktu ada lirik yg " I love you, you, you..."' Gi Kwang sempet nyanyi sambil nunjuk kita satu persatu. Beh! Dia tau gak sih, kalo dia yang nunjuk kita semua bisa pingsan di tempat. Ckckckck. Sesuatu banget.
Yang gw lucu lagi, ternyata baju beautiful show yang mereka pake, sama ama yg gw beli! Aduh, rasanya pengen nangis dan terharu banget! Hahahah. Buat kalian yang pengen nonton konser, ternyata emang harus prepare banget mulai dari baterai handphone, memori handphone, kamera dan lain-lain. Handphone gw aja mulai lowbat waktu itu, belum hapus memori lagi. Sumpah bodoh banget. Hahahah.
Secara keseluruhan, Beast emang nomor satu bagi gw. Mereka emang bisa nyanyi, dance, asli mereka ganteng semua, terus konyol dan mau melayani fans mereka. Setelah pulang, gw, Erika dan Widya hanya bisa nyengir gak jelas. Rasanya kayak masih gak percaya. Pikiran kita udah gak jelas. Sumpah. Erika ampe lupa jalan menuju rumahnya. Gw gak bisa tidur seminggu. Gila!! Gw berharap banget Beast bisa datang lagi. B2st is the Best!!




Dari atas gw melihat hal seru di mana, para pembeli tiket festival harus bertempur satu sama lain, berlari sana sini. Karena dalam festival, prinsipnya siapa cepat dia dapat. Jadi apa yang akan terjadi buat yg ga dapet di depan? Yah di tengah dan hanya berpasrah dengan nasibnya. Setelah semua memasuki panggung, tempat festival ditutup dan memang...itu medan perang! Buat yang ditengah gw berharap gak kehabisan oksigen.
Akhirnya saat itu tiba dan lampu dalam ruangan mulai dimatikan dan teaser Beast mulai keluar. Gw dan yang lainnya mulai teriak histeris!!! Rasanya gak percaya gw bakal ngliat mereka live secara langsung!!
Beast pun keluar dan membuka dengan lagu Special. Seluruh penonton teriak tiada henti ketika mereka semua keluar. Sumpah rusuh banget!! Menurut Erika, yg bronze pun gak kalah liar. Mereka loncat" ampe ada lighting man yang bingung karena lampunya goyang" gak karuan. Hahahah.
Gw dan yang lain langsung berdiri gak peduli kita duduk di barisan Diamond sekalipun. Janet teriak nama JunHyung terus menerus! Begitu juga Anabelle dan Magda. Gw jg gak mau kalah tentunya. GiKwang!!!!!!
Yang gw lucu lagi, ternyata baju beautiful show yang mereka pake, sama ama yg gw beli! Aduh, rasanya pengen nangis dan terharu banget! Hahahah. Buat kalian yang pengen nonton konser, ternyata emang harus prepare banget mulai dari baterai handphone, memori handphone, kamera dan lain-lain. Handphone gw aja mulai lowbat waktu itu, belum hapus memori lagi. Sumpah bodoh banget. Hahahah.
Secara keseluruhan, Beast emang nomor satu bagi gw. Mereka emang bisa nyanyi, dance, asli mereka ganteng semua, terus konyol dan mau melayani fans mereka. Setelah pulang, gw, Erika dan Widya hanya bisa nyengir gak jelas. Rasanya kayak masih gak percaya. Pikiran kita udah gak jelas. Sumpah. Erika ampe lupa jalan menuju rumahnya. Gw gak bisa tidur seminggu. Gila!! Gw berharap banget Beast bisa datang lagi. B2st is the Best!!



Label:
beast,
komedi,
korea,
Pengalaman pribadi
Langganan:
Komentar (Atom)



